Kobarnews.id, SERANG – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengeluhkan sistem pembagian tiket masuk yang diterapkan dalam gelaran Kota Serang Fair 2026. Mereka menilai mekanisme tersebut membuat pengunjung enggan masuk ke area stan UMKM sehingga berdampak pada penurunan omzet penjualan.
Berdasarkan pantauan Kobarnews.id di lokasi, ribuan warga memadati arena Kota Serang Fair 2026. Namun, di balik ramainya pengunjung, sejumlah pelaku UMKM mengaku penjualan mereka belum sesuai harapan.
Menanggapi hal itu, perwakilan sponsor utama Bejo, Agus, mengatakan pihaknya hanya menjalankan skema promosi yang telah disiapkan panitia.
“Untuk hari pertama alhamdulillah sesuai harapan. Bejo juga mengeluarkan program pembelian produk yang disertai tiket masuk bagi pengunjung,” kata Agus saat ditemui di lokasi, Jumat (7/8/2026) malam.

Agus menjelaskan, pihaknya menurunkan sekitar 20 personel yang mulai bertugas usai Salat Jumat hingga kegiatan berakhir pada malam hari.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan Kobarnews.id, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan keluhan terkait omzet yang dinilai belum memenuhi target. Mereka menduga hal itu dipengaruhi sistem pembagian tiket yang dilakukan di pintu masuk oleh petugas promosi, sehingga banyak pengunjung tidak lagi masuk ke area stan UMKM.
Menanggapi keluhan tersebut, Agus mengatakan masukan dari para pelaku UMKM akan menjadi bahan evaluasi dan disampaikan kepada penyelenggara.
“Sebagai pihak yang terlibat, kami tentu mendengar semua masukan dari berbagai pihak. Harapannya ke depan sistemnya bisa dievaluasi agar pengunjung juga terdorong masuk ke area UMKM sehingga omzet para pelaku usaha ikut meningkat,” ujarnya.
Selain Bejo, Kota Serang Fair 2026 juga didukung sponsor utama lainnya, di antaranya produk minuman Sosro dan air mineral Prima.
Sementara Panitia Pelaksanaan Kota Serang Fair 2026 atau pihak terkaitnya belum bisa dimintai keterangan soal keluhan tersebut. (Oyo)



