Kobarnews.id, PANDEGLANG – Jembatan beton sepanjang 25 meter dan lebar 2,5 meter di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, ambruk setelah dilintasi truk bermuatan pasir. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, ambruknya jembatan membuat akses warga menuju sejumlah kampung di Desa Mekarsari terputus total.
Ketua RT Desa Mekarsari, Ade Sarmani, mengatakan jembatan ambruk saat dilintasi truk yang membawa material pasir untuk pembangunan majelis taklim.
“Ketika sebuah truk bermuatan bahan material pasir melintas. Untuk keperluan pembangunan majelis taklim,” kata Ade kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Menurut Ade, jembatan tersebut dibangun pada 2017. Sebelum ambruk, jembatan masih bisa dilalui kendaraan, meski kondisinya telah beberapa kali mengalami kerusakan dan perbaikan sementara.
“Kondisi jembatan sebelum truk muatan pasir melintas masih normal. Kendaraan melintas aman, sekalipun memang sudah tambal sulam pakai batang pohon kelapa,” ujarnya.
Akses Warga Terputus
Ambruknya jembatan berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Akses menuju Kampung Citoke dan Gendir kini terputus.
Warga pun kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke sekolah, berbelanja ke pasar, hingga mengangkut hasil pertanian.
“Otomatis untuk sementara lumpuh karena akses jalan menuju Kampung Citoke, Gendir, putus. Ya, semoga saja secepatnya pemerintah turun tangan segera melaksanakan perbaikan jembatan,” kata Ade.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Mereka khawatir akses yang terputus akan semakin menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Jembatan tersebut diketahui menjadi salah satu akses utama warga untuk keluar-masuk kampung. (Red/Riyan)



