Kobarnews.id, SERANG – Ratusan ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari berbagai daerah di Indonesia berencana menggelar aksi di Istana Negara dan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 7 September 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih itu akan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait status dan kesejahteraan PPPK.
Salah seorang panitia Silaturahmi Nasional PPPK, Taufik Hidayat Idris, mengatakan persiapan aksi saat ini telah memasuki tahap perizinan dan pemetaan massa.
“Insyaallah aksi akan dilangsungkan pada 7 September 2026 di Istana Negara dan DPR RI,” kata Taufik kepada Kobarnews.id, Rabu (26/8/2026).
Dia menyebut massa aksi diperkirakan mencapai ratusan ribu orang yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Aliansi Merah Putih merupakan gabungan delapan organisasi PPPK, baik PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.
Taufik yang juga Wakil Ketua Umum Aliansi P3K Pusat menjelaskan terdapat empat tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah dan DPR.
Empat tuntutan tersebut yakni:
- Meminta PPPK paruh waktu ditetapkan menjadi PPPK penuh waktu.
- Mendesak PPPK penuh waktu diangkat menjadi PNS pada 2027.
- Merealisasikan janji pengembangan karier bagi PPPK.
- Mengalihkan pembayaran gaji PPPK dari APBD ke APBN.
“Dari Banten sendiri yang sudah menyatakan siap bergabung untuk aksi ada sekitar 8.000 orang. Jumlah ini akan terus berkembang seiring waktu pelaksanaan,” ujar Taufik.
Banten Miliki Sekitar 35 Ribu PPPK
Sementara itu, jumlah PPPK di Provinsi Banten diperkirakan mencapai sekitar 35 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu merupakan PPPK di lingkungan Pemprov Banten, sedangkan sisanya tersebar di pemerintah kabupaten dan kota.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Aryanto, membenarkan jumlah PPPK di lingkungan Pemprov Banten berada di kisaran 15 ribu orang.
“Di Provinsi Banten ada sekitar 15 ribuan. Data resminya silakan bersurat ke PPID,” kata Aryanto.
Di sisi lain, Taufik mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan jumlah PPPK yang tersebar di kabupaten dan kota di Banten.
Menurut dia, PPPK yang akan mengikuti aksi berasal dari berbagai lintas profesi, mulai dari tenaga teknis, tenaga kesehatan (nakes), hingga guru.
“Mereka merupakan lintas profesi, baik teknis, nakes, dan guru,” pungkasnya. (Ris)




