Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten, mengintensifkan pemangkasan dan pemeliharaan pohon peneduh di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
Pemangkasan dilakukan untuk meminimalkan potensi pohon tumbang atau dahan patah yang dapat membahayakan pengguna jalan, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu jaringan listrik saat hujan deras disertai angin kencang.

Kepala DLH Kabupaten Lebak Ivan Suyatupika mengatakan, pemangkasan dilakukan secara terukur dengan teknik khusus atau pruning. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan pohon, bukan untuk menghilangkan vegetasi.
“Ini sifatnya pemeliharaan dan pengurangan beban dahan yang rawan patah. Kami memastikan tindakan ini dilakukan tanpa menghilangkan fungsi utama pohon, baik dari sisi ekologis maupun estetika kota,” ujar Ivan kepada media, Kamis (27/8/206).
Ivan menjelaskan, keberadaan pohon tetap dipertahankan karena memiliki fungsi ekologis, seperti membantu menyerap polusi dan menghasilkan oksigen. Karena itu, pemangkasan dilakukan secara selektif dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan fungsi pohon.
DLH Lebak juga mengimbau masyarakat ikut menjaga keberadaan pohon di ruang publik. Warga diminta tidak melakukan pemotongan pohon secara liar.
Masyarakat yang menemukan pohon atau dahan yang dinilai membahayakan keselamatan juga diminta melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani secara tepat.
“Melalui langkah mitigasi ini, DLH Kabupaten Lebak berkomitmen menciptakan kawasan perkotaan yang hijau, aman, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat menuju Lebak Ruhay,” katanya, seraya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi cuaca ekstrem. (Adv)



