Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak terus melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan kelompok peternak. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengetahuan, serta kualitas pengelolaan usaha peternakan.
Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan pembinaan dilakukan secara langsung kepada pelaku usaha maupun kelompok peternak.
“Pembinaan usaha lebih diarahkan kepada pelaku usaha dan sumber daya manusia di bidang peternakan. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha untuk memberikan pembinaan dan menyampaikan berbagai aspek teknis yang harus dipenuhi dalam menjalankan usaha peternakan,” kata Rieyan kepada wartawan, Jum’at (28/8/2026).

Dia menjelaskan pelaku usaha peternakan diharapkan menjalankan kegiatan sesuai standar teknis yang berlaku. Hal itu termasuk dalam usaha budidaya ayam.
Menurut Rieyan, pengelolaan budidaya ayam yang baik meliputi sejumlah aspek. Di antaranya pengelolaan kandang, pemeliharaan ternak, pemberian pakan dan air minum, pengendalian penyakit, penerapan biosekuriti, hingga pengelolaan limbah.
“Dinas Peternakan merupakan perangkat daerah teknis yang memiliki tugas memberikan pembinaan agar kegiatan usaha peternakan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, kesehatan hewan, kesejahteraan ternak, lingkungan, serta keberlanjutan usaha,” ujarnya.
Selain pelaku usaha, pembinaan juga menyasar kelompok peternak yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Kelompok tersebut bergerak di sejumlah komoditas, seperti domba, kambing, kerbau, sapi, dan unggas.
Termasuk kelompok ayam petelur yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan desa.
“Kelompok ternak kita jumlahnya sekitar 334-an dan masih didominasi kelompok pemula. Komoditasnya cukup beragam, mulai dari domba, kambing, kerbau, sapi, ayam, termasuk kelompok ayam petelur yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan desa,” ungkap Rieyan.
Rieyan berharap kelompok peternak di Lebak dapat semakin mandiri dan berkembang. Dia menilai bantuan pemerintah yang diterima kelompok tidak seharusnya berhenti pada penerima awal, tetapi dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Harapannya kelompok ini nantinya bisa berdaya, mampu mengembangkan hasil yang diperoleh, meningkatkan keuntungan anggota, dan bahkan membentuk kelompok-kelompok baru,” tuturnya.
Dia berharap pengembangan kelompok peternak tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha peternakan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lebak. (Red/Mat)




