kobarnews.id
Kamis, 17 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahPemerintahanViral

Tak Punya Sumur Bor, 12 Kampung di Patia-Sukaresmi Pandeglang Bertahan dari Air Tangki

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Warga di Kecamatan Patia dan Sukaresmi antusias saat menerima bantuan air bersih dari tim relawan.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Musim kemarau mulai bikin warga di sejumlah kampung di Kabupaten Pandeglang kelimpungan. Tak punya sumur bor, warga terpaksa bertahan mengandalkan bantuan air bersih yang dikirim menggunakan mobil tangki.

Kondisi itu mendorong relawan asal Rangkasbitung, Asep Kusmayadi alias Asep Aldo, bersama sejumlah donatur dan rekan-rekannya turun tangan. Bantuan air bersih disalurkan secara bertahap ke kampung-kampung yang mengalami kesulitan air, terutama di Kecamatan Patia dan Sukaresmi.

Hingga Jumat (4/9/2026), sedikitnya 12 kampung telah menerima bantuan. Masing-masing kampung mendapat pasokan sekitar 6.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan satu mobil tangki.

Asep mengatakan, aksi sosial tersebut bisa terus berjalan berkat dukungan sejumlah donatur yang peduli terhadap kondisi warga terdampak kekeringan.

- Advertisement -
Ad image

Dukungan juga datang dari teman-temannya yang selama ini terhubung melalui Facebook, di antaranya Rio Momonon, Maria Roni, dan Sri Rohanah, warga Rangkasbitung yang kini menetap di Swiss.

Baca Juga:

Polri Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang, SAR Hari Kesembilan Masih Nihil
Hari Kesembilan, Pencarian KM Arupadatu I Masih Nihil
5-6 Sungai di Kota Serang Dinormalisasi Jelang Musim Hujan
APBD Perubahan Kabupaten Serang 2026 Disepakati, Belanja Jadi Rp 3,468 Triliun

“Alhamdulillah, bantuan dari teman-teman masih terus mengalir. Untuk sementara ini sudah 12 kampung yang kita bantu, terutama di wilayah Patia dan Sukaresmi,” ujar Asep kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masih ada pihak yang bersedia memberikan dukungan.

Asep juga mengajak masyarakat, komunitas maupun pihak lain yang memiliki kepedulian untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Baca Juga:

Peningkatan Kapasitas SDM Satlinmas Pandeglang Diapresiasi
Memotivasi 4.966 Mahasiswa Baru Uniba, Andra Soni Dorong Generasi Muda Punya Growth Mindset
Jurnalis Independen Wajib Kritis, Netral dan Bela Kepentingan Publik
Pertamina EP Suntik Dana, Bidan Klinik Saung Sehat Baduy Dipastikan Tetap Melayani Setahun

“Insya Allah selama masih ada yang support, kegiatan ini masih berlanjut. Saya juga membuka kepada siapa saja yang mau ikut membantu, dipersilakan,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Namun, Asep mengingatkan, bantuan air menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Masalah kekeringan membutuhkan langkah permanen agar warga tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.

Salah satu solusi yang dinilai paling mendesak adalah pembangunan sumur bor di kampung-kampung yang belum memiliki sumber air bersih memadai.

“Ke depannya bukan hanya air bersih yang kita bantu. Ada beberapa kampung yang harus dibantu pengeboran air bersih. Mudah-mudahan segera ada donaturnya, supaya ke depan saat musim kemarau masyarakat tidak kekeringan lagi,” tutur Asep.

- Advertisement -
Ad image

Ia menyebut, sejumlah warga dan donatur dari Jakarta serta Tangerang juga selama ini memiliki kepedulian terhadap penyediaan sarana air bersih, termasuk pembangunan sumur bor.

Persoalan di kampung-kampung yang saat ini mendapat distribusi air, kata Asep, cukup mendasar. Mereka belum memiliki sumur bor yang bisa menjadi sumber air alternatif ketika sumber air warga mulai mengering.

Baca Juga:

Tamu Spanyol-India Terpukau Sekolah Hijau Al Qudwah, Ada Program Sampah Berlian
Bupati Lebak ‘Warning’ Satgas MBG: Jangan Sampai Makanan Bergizi Ancam Kesehatan
Disperindag Banten Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Polda Banten Tegaskan Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

Karena itu, kedatangan mobil tangki menjadi sangat berarti. Setidaknya, warga bisa mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.

Asep berharap kepedulian para donatur tidak berhenti pada bantuan air bersih sesaat. Pembangunan sumur bor dinilai jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang karena warga memiliki sumber air sendiri ketika kemarau kembali datang.

“Harapannya masyarakat tidak hanya dibantu ketika kekeringan. Kalau ada sumur bor, insya Allah mereka bisa punya sumber air sendiri dan tidak selalu menunggu bantuan,” ujarnya.

Gerakan sosial tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penanganan dampak kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kepedulian relawan, komunitas, masyarakat dan para donatur menjadi kekuatan tambahan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, tetap terpenuhi.

Namun, di balik derasnya bantuan air tangki, terselip pesan yang lebih besar: warga tidak ingin selamanya menunggu mobil tangki datang. Mereka membutuhkan sumur bor agar bisa mandiri menghadapi musim kemarau. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya UMKM Lebak Diminta Tak Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Selanjutnya Perlintasan JPL 183 Rangkasbitung Ditutup, KAI Sebut Demi Cegah Kecelakaan 
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi

Perlu Uluran Tangan! Dua Tahun Berjuang Lawan Gangguan Pernapasan, Atqiyya Butuh BiPAP Rp125 Juta

ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

Daerah Hukum

Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Budaya Daerah

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Daerah

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Daerah Hukum

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com