Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak mendorong tenaga kerja konstruksi meningkatkan kompetensi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Gambar diminta tidak sekadar mengejar sertifikat.
Pesan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriandi, S.ST., M.Si., saat membuka Bimtek Tenaga Kerja Konstruksi Jabatan Kerja Juru Gambar di SMK PU Lebak, Kamis (10/9/2026).
Dade mengatakan sertifikat bukan tujuan utama dari kegiatan tersebut. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu dan bekerja secara profesional di bidang konstruksi.
“Hari ini kalian belajar bukan sekadar untuk mendapatkan sertifikat, tetapi untuk menempa diri menjadi tenaga terampil yang mampu membangun dengan ilmu, bekerja dengan disiplin, dan berkarya dengan tanggung jawab,” kata Dade.
Dia menjelaskan, juru gambar memiliki peran penting dalam pekerjaan konstruksi. Ketelitian dalam menerjemahkan perencanaan ke dalam gambar kerja menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Karena itu, peserta Bimtek diminta tidak hanya menguasai kemampuan teknis. Mereka juga harus memiliki sikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya.
“Kompetensi yang kalian dapatkan selama Bimtek ini harus menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia konstruksi yang terus berkembang,” ujarnya.
Dade juga mengingatkan peserta agar tidak memandang sertifikasi sebagai tujuan akhir. Menurutnya, keahlian dan tanggung jawab dalam bekerja justru menjadi modal utama seorang tenaga konstruksi.
“Ingatlah, setiap bangunan yang kokoh berawal dari tangan-tangan yang terampil dan hati yang sungguh-sungguh,” katanya.
Dade berharap Bimtek tersebut dapat melahirkan tenaga kerja konstruksi lokal yang kompeten dan mampu bersaing. Peningkatan kompetensi itu diharapkan turut mendukung kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebak.
Dengan tenaga kerja yang terampil, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi juga dikerjakan oleh sumber daya manusia yang memiliki keahlian, disiplin, dan tanggung jawab. (Red/Dian)



