Kobarnews.id, LEBAK – Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi NasDem, Medi Juanda SH, menyoroti kondisi masyarakat yang dinilai tidak sejalan dengan hasil desil yang diterima warga.
Medi mengaku prihatin setelah menemukan warga dengan kondisi ekonomi memprihatinkan, namun justru masuk dalam kategori desil 9. Padahal, warga tersebut disebut tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos).
“Saya mempertanyakan bagaimana hasil pendataan ini bisa seperti ini. Tim sensus turun langsung ke masyarakat dan melakukan tanya jawab, tetapi hasilnya justru tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Medi kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Medi kemudian turun langsung mengecek kondisi sejumlah warga untuk memastikan kondisi mereka. Dia menemukan rumah warga yang masih beralaskan tanah, berdinding bilik, dan menggunakan kayu bakar untuk memasak.
“Coba lihat sendiri, rumah beralas tanah, temboknya bilik, memasak menggunakan kayu bakar. Apakah kondisi seperti ini masuk desil 9? Ini aneh, tapi nyata,” ujarnya.
Menurut Medi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Dia meminta pemerintah pusat hingga daerah, termasuk Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS), melakukan evaluasi terhadap hasil pendataan desil.
Medi juga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya Dinas Sosial, tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi turun langsung melihat kondisi warga.
“Silakan turun langsung ke masyarakat supaya lebih tahu keadaan dan kondisi mereka seperti apa. Apakah hasil desil sudah sesuai atau belum,” katanya.

Dia menilai ketidaksesuaian data tersebut berpotensi membuat warga yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak tersentuh program bansos.
“Jangan sampai masyarakat miskin dipermainkan oleh data. Mereka juga punya hak hidup yang sama,” tegas Medi.
Medi berharap persoalan tersebut segera dibenahi agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
“Ini menyangkut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan sila kelima Pancasila,” pungkasnya. (Red/Mat)




