Kobarnews.id, LEBAK – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mengingatkan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Hasbi saat mendorong gerakan peduli lingkungan di Kabupaten Lebak. Dia menilai keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, lembaga pendidikan hingga masyarakat,” kata Hasbi kepada awak media, Jumat (28/8/2026).
Hasbi mengatakan langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah menjadi kunci awal menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dia juga mengajak masyarakat belajar dari Desa Adat Panglipuran, Bali, yang dikenal memiliki tata kelola lingkungan yang baik. Menurut Hasbi, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan sistem, tetapi juga kesadaran warga menjaga kebersihan secara bersama-sama.
“Dari Desa Adat Panglipuran kita bisa belajar bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah, dimulai dari proses pemilahan. Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Hasbi juga menekankan sampah tidak seharusnya terus dipandang sebagai barang buangan yang tidak bernilai. Jika dikelola dengan benar, sampah dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Namun, dia mengingatkan pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi tidak cukup hanya menjadi wacana. Edukasi tentang pemilahan harus dilakukan sejak dari sumbernya.
“Kalau ingin sampah memiliki nilai manfaat, prosesnya harus benar. Pemilahan menjadi bagian yang paling penting agar sampah dapat diolah dan tidak seluruhnya berakhir menjadi beban lingkungan,” katanya.
Karena itu, Hasbi mendorong penguatan gerakan peduli lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah desa, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat diminta aktif membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di tingkat keluarga.
“Ketika setiap rumah mulai memilah sampah, kemudian masyarakat ikut menjaga lingkungan, maka dampaknya akan dirasakan bersama. Ini bukan hanya soal kebersihan hari ini, tetapi tentang warisan lingkungan untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Pemkab Lebak berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus meningkat. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah diharapkan tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (Red/Mat)




