Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memantau progres rehabilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sukahujan di Kecamatan Cihara dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Bayah, Rabu (5/8).
Monitoring dipimpin Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana bersama jajaran. Peninjauan pertama dilakukan di TPI Sukahujan, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara.
Berdasarkan hasil monitoring, rehabilitasi TPI berjalan sesuai tahapan. Saat ini pekerjaan memasuki pemasangan struktur perancah dan bekisting sebagai persiapan pengecoran atap atau dak bangunan.
Winda mengatakan TPI Sukahujan memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas bongkar muat hasil tangkapan nelayan di kawasan pesisir. Karena itu, pihaknya terus memantau pelaksanaan proyek agar selesai sesuai target.
“Fasilitas ini nantinya menjadi penunjang utama aktivitas nelayan di kawasan pesisir. Kami ingin memastikan proses rehabilitasi berjalan dengan baik sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Winda.
Usai dari Cihara, rombongan melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Bayah. Monitoring dilakukan di dua lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Bayah Barat dan Darmasari.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Wakil SAH PPK kegiatan, pihak penyedia, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Di lokasi pembangunan KNMP, pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap levelling atau pengurugan tanah untuk meratakan lahan. Area proyek juga telah dipasang pagar seng sebagai pengamanan selama proses konstruksi.
Winda berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang telah direncanakan. Menurutnya, keberadaan TPI maupun Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Lebak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung pembangunan ini. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan serta perekonomian daerah,” pungkasnya. (Dian)



