Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak menggelar Workshop Konservasi Koleksi Museum bertajuk “Selamatkan Cerita, Jaga Koleksi” di Pendopo Museum Multatuli, Rangkasbitung, pada 5-6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas pengelola museum dalam menjaga dan melestarikan koleksi bersejarah.
Workshop dibuka Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep Mohamad Holis. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai lembaga, di antaranya Museum Negeri Banten, Museum Kepurbakalaan Banten, Museum Sepeda Keliling Dunia, Museum Pesantren, Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR), La Tansa, Poltekkes Kemenkes Banten, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, serta Disbudpar Kabupaten Lebak.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik konservasi koleksi museum yang dipandu konservator dari Museum Nasional dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII.
Yosep mengatakan pelestarian koleksi museum bukan hanya soal merawat benda bersejarah, tetapi juga menjaga memori kolektif masyarakat.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda lama, melainkan ruang yang menyimpan cerita perjalanan peradaban. Melalui workshop ini, kami ingin memperkuat kemampuan para pengelola museum agar koleksi yang ada dapat dirawat dengan baik dan tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Yosep.
Menurut Yosep, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, baik di Kabupaten Lebak maupun di tingkat Provinsi Banten.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan jejaring kerja yang lebih erat antara museum, perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah. Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama agar setiap koleksi yang kita miliki tetap terjaga nilai sejarah dan maknanya,” ujarnya.
Workshop ini juga membekali peserta dengan praktik terbaik dalam konservasi koleksi, mulai dari penanganan material, penyimpanan, hingga upaya pencegahan kerusakan akibat faktor lingkungan.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Disbudpar Lebak berharap museum dapat semakin optimal menjalankan fungsi edukasi, penelitian, dan pelestarian budaya. Sejalan dengan tema “Selamatkan Cerita, Jaga Koleksi”, setiap artefak, naskah, foto, dan benda bersejarah diharapkan tetap terawat sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang. (Dian)



