Kobarnews.id, PANDEGLANG – Sebuah bangunan terminal tidak otomatis menjadi pusat transportasi hanya karena telah dibangun dan diresmikan. Sub Terminal Carita di Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu gambaran persoalan itu.
Dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar melalui APBD 2016 dan diresmikan setahun kemudian, Sub Terminal Carita kini justru tampak jauh dari denyut aktivitas sebuah terminal. Kawasan yang semestinya menjadi tempat bertemunya angkutan, penumpang, dan kegiatan ekonomi itu terlihat lengang.
Dari pantauan di lokasi, menunjukkan tidak banyak aktivitas transportasi di kawasan tersebut. Lalu-lalang angkutan umum maupun kegiatan naik-turun penumpang tidak terlihat menonjol.
Deretan kios di dalam kawasan terminal juga menghadapi persoalan serupa. Sejumlah kios tampak tutup dan tidak digunakan. Aktivitas perdagangan yang diharapkan ikut tumbuh dari keberadaan terminal nyaris tidak terlihat.
Persoalannya bukan semata soal bangunan yang sepi. Setelah hampir satu dekade berdiri, muncul pertanyaan mengenai seberapa jauh fasilitas yang dibiayai uang publik itu benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan awal pembangunannya.
Terminal semestinya bukan sekadar bangunan dengan atap, ruang tunggu, dan kios. Ia membutuhkan aktivitas transportasi agar fungsi utamanya berjalan. Tanpa penumpang dan angkutan, fasilitas tersebut berisiko berubah menjadi aset yang hanya berdiri tanpa denyut ekonomi.
Warga Carita, Ibnu menyampaikan, kondisi sepi di Sub Terminal Carita telah berlangsung cukup lama. Ia menilai kawasan tersebut tidak menunjukkan aktivitas seperti terminal pada umumnya.
“Saya lihat juga sepi, Kang. Enggak ada aktivitas seperti terminal pada umumnya. Kios-kios juga sepi, tutup, enggak ada yang isi, enggak keurus,” ucap Ibnu, Minggu (9/8/2026).
Menurut Ibnu, kondisi tersebut patut disayangkan. Terlebih, pembangunan terminal menggunakan anggaran hingga miliaran rupiah.
“Rasanya sayang saja kalau dibiarkan sepi, kayak mati suri,” ujarnya.
Kondisi ini pada akhirnya menempatkan pemerintah pada pertanyaan yang lebih mendasar: bukan hanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk membangun sebuah fasilitas, melainkan apakah fasilitas tersebut masih menjalankan fungsi yang menjadi alasan pembangunannya.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang Rudiyanto belum memberikan tanggapan ketika dihubungi untuk dimintai penjelasan mengenai kondisi Sub Terminal Carita, tingkat pemanfaatannya, serta langkah pemerintah untuk mengoptimalkan kembali fungsi terminal tersebut. (Red)




