Kobarnews.id, SERANG – Festival Durian Tangguh BPBD Provinsi Banten 2026 digelar bertepatan dengan musim panen durian di sejumlah wilayah Banten. Kegiatan tersebut diramaikan kontes durian dan bazar yang bisa diikuti masyarakat secara gratis.
Penggagas Festival Durian Tangguh BPBD Provinsi Banten 2026, H. Asep Mulya Hidayat, mengatakan ide festival muncul secara spontan setelah melihat ramainya musim panen durian di Banten.
“Beberapa minggu terakhir ini sangat viral durian panen di Banten. Saya tiba-tiba teringat, seperti panggilan hati. Kok tidak ada gerakan apa-apa ketika sedang panen begini,” kata Asep.
Menurut Asep, gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada pimpinan dan mendapat persetujuan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi durian, tetapi juga membawa pesan tentang ketangguhan dan mitigasi bencana melalui pelestarian pohon durian.
“Penanaman dan tidak menebang pohon durian itu salah satu mitigasi bencana. Alhamdulillah pimpinan menyetujui. Itu menjadi energi bagi saya untuk melaksanakan acara ini,” ujarnya.
Asep mengatakan persiapan festival dilakukan dalam waktu singkat, sekitar dua hingga tiga hari. Meski begitu, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pimpinan, pegawai, komunitas, serta berbagai pihak.
Antusiasme masyarakat terhadap kontes durian juga cukup tinggi. Panitia yang awalnya berencana membatasi peserta hanya 20 orang akhirnya menerima lebih dari 40 peserta.
“Awalnya saya ingin dibatasi hanya 20 peserta. Tapi pimpinan bilang, ‘Yuk jangan, ini lagi ramai, silakan buka sebanyak-banyaknya.’ Sampai terakhir malam sudah 42 peserta, bahkan pagi masih ada yang mau daftar,” jelasnya.
Selain kontes durian, Festival Durian Tangguh BPBD Banten 2026 juga menghadirkan bazar yang diikuti lebih dari 10 peserta.
Konsep bazar dibuat gratis agar masyarakat, termasuk warga dari luar daerah yang tidak memiliki kesempatan datang langsung ke kebun durian, tetap dapat menikmati hasil panen petani.
Asep berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai perayaan musim panen. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap petani dan masyarakat.
“Ini untuk memelihara prestasi dan rasa, sensitivitas kita selaku pegawai. Ketika seperti ini, masa tidak ada rasa untuk membantu petani dan membantu masyarakat,” pungkasnya. (Haris)




