Kobarnews.id, LEBAK – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Setia Budhi menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Jumat (30/10/2026). Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan, mulai dari penyelesaian persoalan PHK terhadap sekitar 1.100 pekerja hingga penindakan dugaan tambang ilegal.
Aksi yang diikuti sekitar 20 mahasiswa itu tetap berlangsung meski diguyur hujan deras. Massa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah.
Kedatangan mahasiswa diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lebak, Alkadri, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada Pemkab Lebak.
Pertama, mendesak penyelesaian persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak terhadap sekitar 1.100 pekerja. Kedua, meminta evaluasi dan kejelasan jam operasional.
Ketiga, mendorong peningkatan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU). Keempat, mendesak perbaikan jalan rusak serta penanganan jalan licin akibat aktivitas galian tanah di Kecamatan Sajira.
Kelima, meminta perhatian serius terhadap penanggulangan HIV. Keenam, mendesak penindakan terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal.
Ketujuh, meminta penanganan kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Bang Arum. Kedelapan, mendesak peningkatan upaya pencegahan kriminalitas, terutama aksi begal dan kejahatan jalanan.
Selain delapan tuntutan tersebut, mahasiswa juga meminta peningkatan pelayanan serta pengawasan oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Sejumlah pejabat yang hadir menerima aspirasi mahasiswa di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Plt Kepala Dinas PUPR, serta Kabid Tibum Satpol PP dan Damkar.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Lebak, Alkadri, mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.
“Berbagai tuntutan tersebut menjadi catatan bagi Pemkab Lebak untuk menindaklanjuti persoalan ketenagakerjaan, infrastruktur, kesehatan masyarakat, pertambangan, hingga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Alkadri kepada wartawan.
Dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah berlangsung lancar. Seluruh rangkaian aksi berjalan tertib dan kondusif tanpa gangguan menonjol terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. (Red/Dian)





