Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai memanaskan mesin untuk mengantarkan desa wisata terbaiknya ke panggung nasional. Dari 151 desa yang mengikuti Program Penilaian dan Pembinaan Desa Wisata Kabupaten Lebak 2026, sebanyak 15 desa dinyatakan lolos seleksi.
Ke-15 desa tersebut kini disiapkan secara serius melalui coaching clinic, pendampingan intensif, dan pembinaan berkelanjutan. Targetnya jelas, yakni tampil di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA/IWA) 2026, salah satu ajang nasional yang menjadi tolok ukur pengelolaan dan pengembangan desa wisata di Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat. Penilaian tidak hanya menyasar keindahan destinasi, tetapi juga mencakup inovasi, tata kelola, kelembagaan, pelayanan, kreativitas, hingga keterlibatan masyarakat.
“Kami meminta desa yang terpilih untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Lebak di tingkat nasional,” ujar Yosep kepada wartawan, Senin (10/8/2026) di sela acara tersebut.
Menurutnya, lolos 15 besar bukanlah garis akhir. Justru, hasil seleksi tersebut menjadi pintu masuk menuju pembinaan yang lebih intensif.
Desa-desa terpilih akan terus didorong agar memiliki kesiapan yang matang, mulai dari produk wisata, tata kelola, promosi, pelayanan hingga pemberdayaan masyarakat.
Yosep berharap pembinaan tersebut mampu meningkatkan daya saing desa wisata Lebak, baik di tingkat Provinsi Banten maupun nasional.
Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Lebak, Luli, mengatakan pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi Pemkab Lebak untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Lebak memiliki modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis desa. Mulai dari kekayaan alam, budaya, ekonomi kreatif, tradisi lokal hingga kearifan masyarakat adat.
“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, desa wisata di Kabupaten Lebak diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan lapangan kerja di sektor pariwisata,” kata Luli.
Program Penilaian dan Pembinaan Desa Wisata Kabupaten Lebak 2026 menjadi bagian dari strategi Pemkab Lebak memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah.
Dengan terpilihnya 15 desa terbaik dari 151 desa peserta, Lebak kini memiliki amunisi baru untuk melahirkan desa wisata unggulan. Harapannya, bukan hanya mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional, tetapi juga menjadi ikon pariwisata Banten sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Red/Dian)




