Kobarnews.id, SERANG – Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong transisi energi bersih melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Program tersebut diterapkan di sejumlah gedung organisasi perangkat daerah (OPD) dan SMK Negeri di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).
Program yang dijalankan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten itu menggunakan PLTS Atap on-grid berkapasitas 25 kWp. Selain mendorong pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan PLTS disebut mampu menekan biaya listrik pemerintah daerah.

Berdasarkan pencatatan tagihan listrik, konsumsi listrik dari PLN mengalami penurunan pada jam operasional di gedung OPD dan sekolah yang telah difasilitasi PLTS Atap.
Efisiensi biaya listrik di sektor pemerintahan tercatat berada di kisaran 24%-48%. Sementara itu, penghematan di sejumlah SMK Negeri mencapai 41%-69%.
Pemprov Banten menilai penghematan tersebut dapat membantu mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah untuk kebutuhan pelayanan publik lainnya.
Banten sendiri memiliki potensi energi surya yang cukup besar, dengan intensitas penyinaran rata-rata mencapai 4,5-5,5 kWh/m² per hari. Pemanfaatan potensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan agenda transisi energi terbarukan.
Program ini juga diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan energi listrik, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi siswa SMK.
PLTS Atap yang dipasang di SMK diharapkan dapat menjadi living lab bagi siswa, khususnya program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dan Teknik Komputer. Siswa dapat mempelajari secara langsung instalasi, pemeliharaan, hingga sistem proteksi energi terbarukan.
n
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten H. Ari James Faraddy mengatakan implementasi PLTS Atap menjadi salah satu langkah awal menuju target Net Zero Emission (NZE).
“Ketahanan energi dan transisi menuju energi hijau adalah fondasi utama pembangunan Banten yang berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya di gedung pemerintah dan SMKN adalah bukti nyata bahwa Banten tidak hanya bicara soal target, tetapi bertindak dengan aksi nyata yang hemat, transparan, dan berdampak bagi generasi mendatang,” terang Ari.
Pemprov Banten berharap penggunaan PLTS Atap on-grid dapat menjadi contoh bagi OPD dan sekolah lainnya. Sinergi antara regulasi, teknologi energi bersih, efisiensi anggaran, dan pendidikan vokasi dinilai dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Banten. (Adv)




