Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kesal menunggu pembangunan jalan yang tak kunjung terealisasi, warga Kampung Cengkel, RT 04/RW 04, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih turun tangan.
Warga dari Kelurahan Cilaja dan Kelurahan Pagerbatu bergotong royong mengaspal jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Dana pembangunan dikumpulkan secara swadaya alias patungan dari masyarakat.
Koordinator lapangan, Rey, mengatakan pengaspalan jalan tersebut murni hasil swadaya warga. Tidak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Hari ini Alhamdulillah masyarakat Kampung Cengkel melaksanakan kegiatan pengaspalan jalan sepanjang 100 meter. Ini murni hasil swadaya masyarakat, tidak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” ujar Rey kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Rey, warga secara sukarela mengumpulkan dana untuk membeli aspal dan menyewa alat berat. Langkah tersebut diambil lantaran kondisi jalan yang rusak dan disebut sudah lebih dari 30 tahun tidak mendapatkan pembangunan.
“Seperti biasa, ini bukan hal baru bagi kami. Kami melaksanakan kegiatan dengan cara gotong royong atau patungan dari warga. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli aspal dan menyewa alat berat,” katanya.

Bagi warga, gotong royong menjadi jalan keluar ketika pembangunan infrastruktur yang mereka harapkan belum kunjung datang.
Sebelumnya, masyarakat juga melakukan kegiatan pemasangan paving block di Jalan Gunung Karang, tepatnya di Kampung Cicadas.
Rey mengatakan kegiatan pembangunan secara swadaya tersebut merupakan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat, para kiyai, serta kalangan pemuda dan pemudi dari Kelurahan Cilaja dan Pagerbatu.
“Setelah ini mungkin kami akan beralih ke masjid yang ada di Kelurahan Cilaja atau Kelurahan Pagerbatu. Kami tetap akan melaksanakan kegiatan masyarakat,” tuturnya.
Dia menegaskan, kegiatan swadaya tersebut akan terus dilakukan selama masih terdapat fasilitas umum dan jalan warga yang membutuhkan perbaikan.
“Kami bersama tokoh masyarakat akan tetap melaksanakan kegiatan berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah masyarakat,” pungkas Rey. (Red/Riyan)




