Kobarnews.id, LEBAK – Samboja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lebak periode 2026–2031. Ia menargetkan Dekopinda kembali aktif serta mendorong lebih dari 1.000 koperasi di Kabupaten Lebak agar benar-benar beroperasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Samboja terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda Kabupaten Lebak yang digelar di Aula PKK Lebak. Seusai ditetapkan sebagai ketua, ia mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru sebelum diusulkan kepada Dekopinwil untuk mendapat pengesahan.
“Alhamdulillah pada Musda ini saya terpilih secara definitif untuk periode 2026 sampai 2031. Langkah pertama yang harus saya lakukan adalah menyusun kepengurusan, kemudian diusulkan ke Dekopinwil,” kata Samboja.
Setelah kepengurusan terbentuk, Dekopinda akan menyusun program kerja yang menjadi prioritas selama lima tahun ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat koperasi di Kabupaten Lebak, termasuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Koperasi.
Meski demikian, Samboja menilai implementasi KDMP di Kabupaten Lebak belum berjalan optimal. Karena itu, pihaknya masih akan mencermati perkembangan program tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kita belum bisa melihat secara utuh ke mana arah KDMP ini karena belum berjalan maksimal. Artinya, arah yang jelas belum terlihat, tetapi pada dasarnya kami mendukung. Tujuannya agar perekonomian di tingkat desa bisa berkembang,” ujarnya.
Mengenai kondisi Dekopinda sebelumnya, Samboja enggan menyebut organisasi tersebut dalam kondisi mati suri. Namun, ia menegaskan kepengurusan baru harus mampu menjadikan Dekopinda lebih aktif dalam mendukung perkembangan koperasi di Kabupaten Lebak.
“Saya tidak mengatakan Dekopinda di Kabupaten Lebak mati suri. Tetapi pada prinsipnya, di bawah kepemimpinan yang baru ini ke depan Dekopinda harus hidup dan aktif di Kabupaten Lebak,” tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Koperasi dan UMKM memperkuat sinergi dengan Dekopinda. Menurut dia, dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan gerakan koperasi di daerah.
“Kami berharap pemerintah bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan koperasi. Kami ini mitra dari Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga tanpa dukungan dinas kemungkinan akan sulit,” katanya.
Samboja menambahkan, lebih dari 1.000 koperasi yang tercatat di Kabupaten Lebak harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Menurut dia, koperasi tidak cukup hanya tercatat dalam data administrasi, tetapi harus aktif beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat.
“Di Lebak ini ada lebih dari 1.000 koperasi. Kita bukan hanya sebatas data, tetapi prinsipnya bagaimana koperasi itu bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dian)




