Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya mulai dibangun pada akhir 2026. Proyek tersebut akan menjadi salah satu solusi penanganan persoalan sampah di wilayah Banten.
Hal itu disampaikan Andra setelah menghadiri audiensi terkait perkembangan proyek PSEL bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Aula Pemerintah Kota Serang, Senin (7/9/2026).
Fasilitas PSEL akan dibangun di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang. Fasilitas itu akan mengolah sampah dari kawasan aglomerasi Serang Raya yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
“Kapasitas pengelolaannya mencapai 1.161 ton per hari dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 hingga 2029,” ujar Andra.
Andra mengatakan pengelolaan sampah di sejumlah daerah, termasuk Banten, masih menggunakan sistem pembuangan terbuka atau open dumping. Menurutnya, pembangunan PSEL sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan.
Dia menyebut kebijakan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah. Terlebih, Banten mendapat alokasi empat titik pembangunan PSEL.
“Ini adalah langkah konkret yang dilakukan Presiden dalam mengatasi darurat sampah nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi baru terbarukan,” katanya.
Pembangunan PSEL juga disebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah melalui program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang menargetkan 100% sampah terkelola secara nasional pada 2029.
Saat ini, Pemprov Banten bersama Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan Pemkot Cilegon masih menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan bersama Danantara. Konsorsium perusahaan pelaksana proyek juga telah ditetapkan.
“Pembebasan lahan akan diselesaikan oleh Pemkot Serang bulan depan. Kemudian, pematangan lahan dilakukan oleh Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon. Pasokan air sudah menemukan titik temu, dan suplai kebutuhan sampah sekitar 1.161 ton per hari juga sudah disepakati bersama,” jelas Andra.
11 Lokasi Prioritas PSEL
Direktur Utama PT Denera Fadli Rahman mengatakan terdapat 11 lokasi prioritas yang didorong untuk penerapan PSEL secara nasional. Salah satunya Serang Raya yang dinilai menjadi lokasi paling siap.
“Kami sudah melakukan kajian teknis di lokasi yang akan dijadikan PSEL dan kondisinya sudah sangat baik. Saat ini tinggal penyelesaian beberapa kesepakatan antar-daerah agar pelaksanaannya bisa disegerakan,” kata Fadli.
Audiensi percepatan proyek PSEL itu turut dihadiri Wali Kota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah, Wali Kota Cilegon Robinsar, Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan Roffi Alhanif, serta Presiden Direktur PT Chandra West Energi Edi Riva’i selaku perwakilan konsorsium pelaksana proyek. (Red/Danu)




