kobarnews.id
Selasa, 3 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahHukumNewsPemerintahanViral

33 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Ditangani Kejari Pandeglang

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 Agustus 2026
Bagikan
2 menit baca
Kasi Pidum Kejari Pandeglang Arminto Putra, SH, MH.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menangani 33 perkara tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang Januari-Juli 2026. Sebanyak 19 perkara di antaranya telah masuk persidangan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pandeglang Arminto Putra mengatakan, 19 perkara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P-21. Perkara kemudian dilimpahkan untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pandeglang.

“Saya baru sepekan masuk kerja di Kejaksaan Negeri Pandeglang dan saat ini tengah mempelajari sejumlah perkara. Ada yang masih P-19 dan ada yang sudah P-21. Yang sudah P-21 itu ada 19 perkara dan sudah masuk dalam persidangan pada Pengadilan Negeri,” ungkap Arminto kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Sementara 14 perkara lainnya masih dalam proses penyidikan di kepolisian. Berkas perkara tersebut belum dinyatakan lengkap.

- Advertisement -
Ad image

Arminto menjelaskan, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses penanganan perkara pidana. Jaksa dapat meminta perkembangan penyidikan kepada penyidik melalui mekanisme P-17 apabila berkas masih dalam proses penyempurnaan.

Baca Juga:

Kejar Aset Koruptor hingga Bandung, Kejari Pandeglang Sita Harta Tafsirudin Rp 7,5 Miliar
Bupati Hasbi Ingatkan RSUD dr Adjidarmo, Pelayanan Pasien Tak Boleh Diskriminatif
Tuntut Ditemui Gubernur dan Ketua DPRD Banten, X-NAPi Ancam Gelar Aksi 60 Hari, Bawa Pocong dan Keranda
Islam Dominasi 98,98 Persen Penduduk Lebak, Disdukcapil Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

“Hal itu merupakan hal lumrah dalam penyidikan. Kita selaku jaksa tetap minta perkembangan, kita kirimkan P-17. Pola koordinasi kita, penyidikan ini sudah sampai mana. Bisa konsultasi dan alhamdulillah hubungan baik, perkara dilengkapi dengan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan waktu penyelesaian setiap perkara berbeda-beda. Sejumlah faktor, seperti kelengkapan alat bukti, pemeriksaan saksi, dan hasil visum, dapat memengaruhi proses penyelesaian perkara.

“Jadi penanganan kasus itu berbeda satu sama lain. Menjadi hal lumrah ada berkas lambat dan cepat. Ada orang yang dimintai keterangan, ada visum dari dokter,” katanya.

Baca Juga:

Wamenag Buka Perkemahan Milad ke-30 Ponpes Manahijussadat, Santri Diminta Tunjukkan Potensi Terbaik
Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Pastikan Aktivitas Pagi Lancar
Pemprov Banten Salurkan Bansos Rp 8,15 Miliar, 16.311 Keluarga Terima Bantuan
Mahasiswa Lebak Geruduk KP3B, Bongkar Dugaan Proyek Bang Andra Tak Sesuai Spek

Menurut Arminto, perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan tindak pidana umum lainnya.

- Advertisement -
Ad image

Dia menyebut salah satu perkara yang banyak ditangani berkaitan dengan dugaan persetubuhan terhadap anak.”Tidak bisa diperkirakan seperti tindak pidana biasa. Untuk perkara, rata-rata persetubuhan pada anak,” tukasnya. (Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Tim Sertifikasi Halal Audit Dapur SPPG Silebu, Cek Bahan hingga Proses Produksi
Selanjutnya Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM, Sekda Banten Ajak Warga Cintai Produk Lokal
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda

Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga

Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD

Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia

Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api

Daerah Nasional

Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029

Daerah Ekbis

KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan

Budaya Inspirasi

Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten

Daerah Hukum

Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com