Kobarnews id, SERANG – Tim Sertifikasi Halal melakukan audit lapangan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Silebu, Serang, Sabtu (8/8/2026). Audit dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi ketentuan jaminan produk halal.
Tim auditor dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) meninjau langsung berbagai aspek di dapur SPPG Silebu. Pemeriksaan meliputi bahan baku, proses produksi, kebersihan, hingga kelengkapan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Rombongan diterima perwakilan Yayasan Nalanda Artha Ananda sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), H. Gunarto, didampingi Haji Suciati Farida Ningsih.
Proses pemeriksaan turut diikuti Kepala SPPG Silebu Choirul Anwar S.Pt, Pengawas Gizi SPPG Silebu M. Fahmi Idrus S.KM, Chef SPPG Silebu Tata Supriatna, serta Asisten Lapangan SPPG Silebu Cecep Suhaemi S.AP.
Audit Bahan Baku hingga Distribusi
Dalam audit tersebut, auditor memastikan bahan baku dan bahan tambahan yang digunakan tidak mengandung unsur yang diharamkan. Tim juga menelusuri alur produksi mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, pengemasan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Aspek kebersihan dan higienitas juga menjadi perhatian. Auditor memeriksa ruang produksi dan penyimpanan, peralatan masak, fasilitas pencucian, saluran pembuangan, serta lingkungan dapur.
Selain pemeriksaan fisik, tim mengecek dokumen SJPH yang telah disiapkan penyelia halal SPPG Silebu. Dokumen tersebut diperiksa untuk memastikan proses pengelolaan produk halal dapat ditelusuri dan dijalankan secara konsisten.
Tiga Tahap Pemeriksaan
Audit dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pertama, pemeriksaan dokumen dengan mencocokkan data bahan baku, asal bahan, sertifikasi pendukung, serta administrasi pemasok.
Kedua, auditor melakukan inspeksi lapangan. Mereka meninjau tempat penyimpanan bahan mentah dan bahan kering, ruang pengolahan, area pemorsian dan pengemasan, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Ketiga, auditor melakukan evaluasi dan memberikan catatan terhadap hasil pemeriksaan. Temuan yang masih memerlukan perbaikan disampaikan kepada pengelola SPPG dan penyelia halal untuk segera ditindaklanjuti.
Kepala SPPG Silebu Choirul Anwar mengatakan pihaknya mendukung penuh proses audit tersebut. Menurutnya, kehalalan, kebersihan, dan kualitas makanan menjadi perhatian utama karena makanan yang diproduksi dikonsumsi masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kehalalan, kebersihan, dan kualitas setiap hidangan yang keluar dari dapur SPPG Silebu. Seluruh arahan dan temuan dari tim sertifikasi halal akan segera kami tindaklanjuti agar standar pelayanan kami semakin baik dan terjamin kehalalannya,” ujar Choirul.
Sementara itu, H. Gunarto selaku Mitra BGN mengatakan pihaknya mendukung pemenuhan seluruh persyaratan perizinan dan sertifikasi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang dikelola di SPPG Silebu tidak hanya memenuhi ketentuan administrasi, tetapi benar-benar terjamin kehalalan dan higienitasnya sejak dari bahan baku hingga sampai ke tangan penerima manfaat,” katanya.
Melalui audit tersebut, pengelola SPPG Silebu berharap seluruh persyaratan sertifikasi halal dapat terpenuhi. Sertifikat halal diharapkan segera diterbitkan sehingga jaminan kehalalan dan kualitas makanan dalam program MBG di SPPG Silebu semakin kuat. (Adv/Ashep)




