Kobarnews.id, JAKARTA – BMKG melaporkan sejumlah kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan dilaporkan merobohkan beberapa bagian tembok rumah sederhana di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.
Potensi dan tanda waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan informasi tersebut merupakan hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang serta koordinasi dengan BPBD setempat terkait dampak gempa.
Selain rumah warga, gempa juga dilaporkan merusak fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.
“Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” kata Teguh.
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. BNPB juga berupaya mencegah adanya korban tambahan akibat bahaya pascagempa.
“Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyampaikan keprihatinan atas dampak gempa tersebut. Dia juga memastikan status peringatan dini tsunami telah berakhir.
“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly.
BMKG masih memantau perkembangan gempa susulan dan dinamika tinggi muka laut secara real-time. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyaring informasi untuk menghindari hoaks.
Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur akibat gempa. Kondisi bangunan perlu diperiksa sebelum kembali digunakan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Informasi resmi dapat diperoleh melalui kanal terverifikasi BMKG, yakni Instagram dan X @infoBMKG, situs resmi BMKG dan InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG. (Red)



