kobarnews.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsViral

500 Tahun Kabupaten Serang: Gemerlap Pesta, Jeritan Pengangguran, Alarm Nepotisme

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 Oktober 2026
Bagikan
6 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – Lima abad Kabupaten Serang. Usia yang mestinya menjadi momentum menatap masa depan dengan penuh optimisme. Namun, di balik gemerlap perayaan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, sederet persoalan justru kembali disorot.

Dari gedung legislatif, kalangan pemuda, hingga tokoh masyarakat, kritik mengemuka. Pengangguran, dugaan praktik nepotisme dalam birokrasi, persoalan sampah, aktivitas tambang ilegal, hingga nasib warga lokal di tengah kepungan industri menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Pertanyaannya sederhana, tetapi menohok: sudahkah warga Kabupaten Serang benar-benar bahagia?

Jangan Tutupi Masalah dengan Seremoni

Tokoh Masyarakat Kabupaten Serang, SM Hartono, SE, menilai perayaan lima abad Kabupaten Serang jangan sampai hanya menjadi panggung nostalgia sejarah, sementara persoalan rakyat kecil justru terabaikan.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Hartono, usia 500 tahun bukan sekadar angka. Perjalanan panjang tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan berani membuka ruang terhadap kritik.

Baca Juga:

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital
Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah

“Lima ratus tahun Kabupaten Serang bukan sekadar angka sejarah. Ini perjalanan panjang lintas zaman. Namun, pemerintahan yang sehat tidak boleh alergi terhadap kritik,” tegas Hartono kepada wartawan.

Hartono juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam penempatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.

Ia mempertanyakan apakah pengisian jabatan struktural benar-benar dilakukan berdasarkan sistem merit dan kompetensi, atau justru dipengaruhi hubungan darah, kedekatan politik, hingga pembagian posisi sebagai konsekuensi politik pasca-Pilkada.

Baca Juga:

DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri
Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa
Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

“Jabatan publik bukan warisan dan bukan hadiah. Jangan sampai tim sukses dikenang hanya saat suara dibutuhkan, lalu pemerintahan profesional dikesampingkan. Pemerintahan bukan perusahaan pribadi pemenang Pilkada,” sindirnya.

- Advertisement -
Ad image

Serang Timur Dikepung Industri, Warga Malah Menganggur

Kritik Hartono berikutnya mengarah ke wilayah Serang Timur yang dikenal sebagai kawasan industri.

Di tengah derasnya investasi dan tumbuhnya kawasan industri, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Serang masih berada di angka 8,73 persen.

Yang lebih memprihatinkan, kata Hartono, warga lokal mengeluhkan dugaan praktik pungutan oleh calo tenaga kerja untuk bisa mendapatkan pekerjaan di kawasan industri.

- Advertisement -
Ad image

Ia meminta Pemkab Serang tidak berhenti pada janji, tetapi menghadirkan sistem pengawasan yang terbuka dan tindakan konkret untuk melindungi pencari kerja lokal.

“Jangan sampai investasi besar masuk, anak-anak Serang hanya jadi penonton,” ujarnya.

Baca Juga:

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi
Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas
Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!
K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Serang Barat Digempur Tambang Ilegal

Jika Serang Timur menghadapi persoalan pengangguran dan dugaan praktik percaloan tenaga kerja, Serang Barat menghadapi masalah berbeda.

Wilayah tersebut disebut kian tergerus aktivitas pertambangan galian C ilegal.

Bukit-bukit dikeruk, kawasan resapan air terancam rusak, sementara keuntungan disebut hanya dinikmati segelintir pihak.

Hartono mempertanyakan ketegasan pengawasan dari dinas terkait. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Sampah 400 Ton Sehari, Truk Pengangkut Masih Minim

Persoalan sampah juga menjadi alarm serius.

Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, menyoroti problem pengelolaan sampah sekaligus pengangguran terbuka di kawasan industri yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah menahun.

Kabupaten Serang diketahui memiliki komitmen melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-daerah dalam proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Seragon di Cilowong, Kota Serang.

Dalam komitmen tersebut, Pemkab Serang diwajibkan memasok sampah hingga 400 ton per hari.

Namun, Bahrul mengaku masih meragukan kemampuan daerah memenuhi kuota tersebut. Pasalnya, armada truk pengangkut sampah milik pemerintah daerah masih terbatas.

“Tentu itu perlu diperhatikan dengan menambahkan armada pengangkut sampah agar syarat tersebut terpenuhi. Mudah-mudahan di tahun depan proyek tersebut selesai dan dipakai, sehingga persoalan sampah tidak lagi menjadi persoalan di tahun 2028 buat Kabupaten Serang,” kata Bahrul Ulum usai melakukan ziarah di Kecamatan Cinangka, Rabu (7/10/2026).

Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton

Kritik juga datang dari kalangan pemuda.

Ketua Generasi Muda (Gema) Keadilan Banten, Juhri, meminta Pemkab Serang segera merealisasikan 16 Program Unggulan Menuju Serang Bahagia.

Di antaranya, jaminan air bersih dan pengelolaan sampah modern.

Bagi Juhri, peringatan 500 tahun Kabupaten Serang bukan hanya soal mengenang kejayaan masa lalu. Momentum tersebut harus menjadi titik tolak untuk membangun masa depan.

“500 tahun Kabupaten Serang adalah tentang sejarah dan harapan jutaan manusia yang terus tumbuh di sini. Kita tidak boleh hanya bangga dengan kejayaan masa lalu, kita harus berani menatap masa depan,” cetus Juhri, Kamis (8/10/2026).

Juhri menegaskan, generasi muda tidak ingin sekadar ditempatkan sebagai penonton pembangunan atau pengisi kemeriahan seremoni.

Anak muda, kata dia, membutuhkan ruang yang adil untuk mengembangkan inovasi ekonomi, UMKM, pendidikan berkualitas, hingga pelayanan publik yang bebas diskriminasi.

“Kita ingin anak-anak muda Kabupaten Serang menjadi pelaku utama perubahan. Momentum lima abad ini harus melahirkan gerakan berani menciptakan sesuatu yang lebih baik, maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya,” pungkas Juhri.

Lima abad Kabupaten Serang akhirnya bukan cuma soal merayakan usia. Di balik panggung dan gemerlap seremoni, ada pekerjaan rumah yang menunggu jawaban: pengangguran, sampah, lingkungan, birokrasi, hingga nasib warga lokal. Karena 500 tahun seharusnya bukan sekadar panjang umur, tetapi juga panjang dalam menghadirkan kesejahteraan. (Red/Oyo)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Realisasi Program Kerja, PABPDSI Ciruas Gelar Kunker dan Rakor di Desa Pamong
Selanjutnya KNPI Pandeglang Laporkan Dugaan Pungli Aparat Desa Kertaraharja ke Kejari
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

Dewan Pendidikan Banten Bawa Aspirasi ke Rakernas 2026, Soroti Mutu Guru

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

Hari Santri 2026, Kadisbudpar Lebak Ajak Santri Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan

Daerah News

Hari Santri Nasional, Wali Kota Serang Ziarah ke Makam Syekh Sahal

Daerah Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 : Santri Didorong Jadi Solusi Bangsa

Inspirasi Nasional

Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan di Hari Santri 2026

Daerah Inspirasi

Ribuan Santri Meriahkan Puncak Hari Santri ke-12 di Pandeglang, Lahirkan Putra Terbaik untuk Bangsa

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com