kobarnews.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahHukumNewsPemerintahanPolitikViral

Demo HUT 500 Tahun Serang Ricuh, Wartawan Diduga Dikeroyok Oknum Polisi

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
9 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Terlihat salah satu wartawan yang diduga kena pukul oknum polisi saat aksi demo di Pendopo Kabupaten Serang.
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – Peringatan HUT Kabupaten Serang ke-500 tahun diwarnai kericuhan. Seorang wartawan, Kosasih Sukmawijaya alias Aden, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan sejumlah oknum polisi saat meliput aksi unjuk rasa di kawasan Pendopo Kabupaten Serang, Kamis (9/10/2026) malam.

Bukan cuma babak belur, handphone milik Aden juga disebut turut diamankan aparat. Akibat insiden tersebut, Aden mengalami lebam di wajah serta cedera pada tangan dan kaki. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang untuk mendapatkan perawatan.

“Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka,” kata Aden, Kamis malam.

Aden menuturkan, insiden terjadi ketika aksi unjuk rasa yang digelar Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) di kawasan Pendopo Kabupaten Serang berubah ricuh sekitar pukul 20.30 WIB.

- Advertisement -
Ad image

Saat kericuhan pecah, Aden mengaku telah berulang kali menyampaikan identitasnya sebagai wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Baca Juga:

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital
Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah

“Saya sudah bilang bahwa saya wartawan. Itu juga ada yang kasih tahu bahwa saya wartawan, tapi tetap dipukul,” ungkapnya.

Wartawan Lain Nyaris Jadi Korban

Kesaksian serupa disampaikan Saepul Arifin, wartawan yang berada di lokasi. Menurut Saepul, sebelum Aden diduga dikeroyok, sejumlah aparat mendatangi pedagang di sekitar Pendopo Bupati Serang dan memeriksa handphone mereka.

Baca Juga:

DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri
Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa
Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

Saepul mengaku melihat langsung saat Aden berada di gerbang pendopo dan kemudian dipegang sejumlah oknum polisi.

- Advertisement -
Ad image

“Saat itu Aden masuk ke gerbang pendopo dan saya lihat langsung dipegang oleh oknum polisi. Kemudian mereka juga mendatangi saya, namun saya langsung kabur, karena saat itu sudah chaos,” kata Saepul.

Kericuhan bermula setelah aksi penyampaian aspirasi Hamas yang sebelumnya berlangsung relatif kondusif mulai memanas. Massa disebut membakar ban dan mencoret bagian dinding Pendopo Kabupaten Serang.

Menurut salah seorang anggota Hamas, Mamat, situasi semakin tegang setelah aparat memberikan instruksi kepada barisan pengamanan untuk bersiap.

- Advertisement -
Ad image

“Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, ‘Siap gerak, siap gerak’. Itu sudah sempat dengar,” ujar Mamat.

Tak lama berselang, lampu di sekitar lokasi disebut dimatikan. Situasi pun berubah menjadi kacau.

Baca Juga:

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi
Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas
Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!
K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

“Benar tuh, siap gerak, siap gerak, langsung matiin lampu. Ya sudah chaos,” katanya.

Dalam kondisi gelap dan situasi yang tidak terkendali, sejumlah peserta aksi mengaku mendapat tindakan kekerasan dari aparat. Mamat menyebut seorang mahasiswi bahkan sempat menangis setelah diduga terkena pukulan.

Kericuhan kemudian merembet hingga ke luar gerbang Pendopo Kabupaten Serang. Ketua Umum Hamas yang disebut sudah dalam kondisi tidak berdaya juga diduga masih mendapat pukulan dari sejumlah aparat.

Tak berhenti di situ. Sejumlah pengurus Hamas yang hendak mengambil kendaraan mereka disebut turut dikejar dan diamankan petugas.

Sedikitnya lima pengurus Hamas, menurut Mamat, dibawa ke Polres Serang Kota.

“Tadinya mah tiga doang. Si Adul sama si Nedi berdua, lima orang perkiraan,” ujarnya.

Mamat mengaku baru mengetahui kondisi sejumlah rekannya secara lebih jelas setelah melihat rekaman video kericuhan.

“Setelah kita lihat di video itu kan parah, sampai yang ditonjok gitu. Rata-rata teman-teman juga pasti kecewa. Hampir rata-rata luka semua,” pungkasnya.

Polisi Belum Beri Penjelasan

Hingga berita ini diturunkan, Polres Serang Kota maupun Polda Banten belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengeroyokan terhadap wartawan tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi ketika wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik di tengah aksi unjuk rasa.

Ketentuan mengenai kemerdekaan pers dan perlindungan terhadap kerja jurnalistik diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red/Danu)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya KNPI Pandeglang Laporkan Dugaan Pungli Aparat Desa Kertaraharja ke Kejari
Selanjutnya Pemprov Banten Luncurkan Corporate University, Dorong ASN Terus Belajar dan Berinovasi
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

Dewan Pendidikan Banten Bawa Aspirasi ke Rakernas 2026, Soroti Mutu Guru

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

Hari Santri 2026, Kadisbudpar Lebak Ajak Santri Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan

Daerah News

Hari Santri Nasional, Wali Kota Serang Ziarah ke Makam Syekh Sahal

Daerah Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 : Santri Didorong Jadi Solusi Bangsa

Inspirasi Nasional

Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan di Hari Santri 2026

Daerah Inspirasi

Ribuan Santri Meriahkan Puncak Hari Santri ke-12 di Pandeglang, Lahirkan Putra Terbaik untuk Bangsa

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com