kobarnews.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKesehatanNewsViral

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
23 Oktober 2026
Bagikan
6 menit baca
dr. Agus Sunardi, Sp.PK.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Sebanyak 3.592 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak kini menggencarkan pelacakan kasus atau tracing hingga tingkat desa untuk menekan penularan penyakit tersebut.

Berdasarkan data Dinkes Lebak, temuan itu berasal dari pemeriksaan terhadap 18.951 orang terduga TBC hingga 23 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencapai sekitar 59,9 persen dari estimasi 5.999 kasus TBC di Kabupaten Lebak.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak, Rochmat Pudjiharjo, mengatakan upaya penanggulangan TBC dilakukan melalui penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan kontak erat, hingga pemberian terapi pencegahan bagi orang yang berisiko tertular.

“Untuk yang kontak serumah dengan penderita TBC yang hasil pemeriksaan TBC negatif diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Capaiannya saat ini 2.579 kontak serumah yang diberikan TPT,” kata Rochmat.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, investigasi kontak penting dilakukan untuk menemukan kasus baru sedini mungkin sekaligus memutus rantai penularan, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis

Kementerian Kesehatan bersama Pemkab Lebak mengintegrasikan pelacakan TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menyasar kontak serumah dan kontak erat pasien TBC yang sebelumnya belum berhasil ditelusuri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di 302 lokasi di Kabupaten Lebak pada 10 Agustus hingga 24 September 2026. Selain meningkatkan penemuan kasus, program ini diharapkan memperluas akses pemeriksaan kesehatan sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC.

Upaya penjangkauan masyarakat berlanjut pada Oktober 2026. Sejumlah Puskesmas, di antaranya Puskesmas Rawat Inap Cirinten dan Puskesmas Panggarangan, melakukan pelacakan TBC yang terintegrasi dengan CKG ke sejumlah desa, termasuk Desa Datarcae.

Baca Juga:

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah
DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri

Kegiatan lapangan tersebut difokuskan pada penelusuran kontak erat pasien TBC aktif. Langkah ini diharapkan dapat menemukan warga yang terinfeksi, termasuk mereka yang belum menyadari kondisi kesehatannya, agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

- Advertisement -
Ad image

Warga Diimbau Waspadai Gejala TBC

Dokter Spesialis Patologi Klinik sekaligus Penanggung Jawab Laboratorium RS Kartini, dr. Agus Sunardi, Sp.PK, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala TBC dan tidak menunda pemeriksaan.

Salah satu gejala yang perlu diperhatikan ialah batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih. Batuk bisa disertai dahak, berupa batuk kering, atau bahkan batuk berdarah pada kondisi tertentu.

Gejala lainnya meliputi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam ringan, keringat malam, serta nyeri dada dan sesak napas pada kondisi yang lebih berat.

- Advertisement -
Ad image

“Gejala-gejala tersebut tidak otomatis berarti TBC karena bisa juga disebabkan penyakit lain. Sebaliknya, orang yang terkena TBC juga bisa mengalami gejala ringan atau bahkan tidak bergejala,” jelas Agus.

Agus menegaskan, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk memastikan diagnosis. Salah satu metode yang digunakan ialah pemeriksaan dahak melalui Tes Cepat Molekuler (TCM), dengan pemeriksaan tambahan apabila diperlukan berdasarkan penilaian dokter.

Baca Juga:

Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa
Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar
Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi
Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

Menurutnya, pemeriksaan TCM sudah dapat dilakukan di RSUD dr. Adjidarmo dan sejumlah Puskesmas di Kabupaten Lebak. Warga yang mengalami gejala mencurigakan diimbau segera mendatangi Puskesmas atau dokter, bukan mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan gejala.

Jika telah terdiagnosis TBC, pasien harus menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan hingga dinyatakan selesai.

“Jika sudah terdiagnosis TBC, pasien diharapkan mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan sampai pengobatan dinyatakan selesai,” ujarnya.

Pengobatan TBC Harus Tuntas

Selain kepatuhan minum obat, Agus mengingatkan pentingnya pencegahan penularan di lingkungan rumah. Pasien perlu menggunakan masker, khususnya selama masih berpotensi menularkan penyakit, serta memastikan ventilasi dan sirkulasi udara di rumah berjalan baik.

Masyarakat juga dianjurkan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, tidak meludah sembarangan, serta memeriksakan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.

Upaya menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup, serta menghindari rokok, juga perlu diperhatikan.

Pengawasan pengobatan tak kalah penting karena terapi TBC membutuhkan waktu panjang dan kedisiplinan. Pasien yang menghentikan pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan berisiko mengalami kegagalan terapi dan meningkatkan risiko penularan.

Sebelumnya, sebanyak 1.254 pasien yang teridentifikasi pada triwulan pertama 2026 telah dikoordinasikan untuk menjalani pengobatan intensif selama enam bulan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

Hingga akhir Oktober 2026, belum tersedia data kumulatif terbaru yang dipublikasikan mengenai total kasus TBC di Lebak sepanjang Januari hingga Oktober. Dengan demikian, angka 3.592 kasus masih mengacu pada data Dinkes Lebak hingga Agustus 2026.

Dinkes Lebak mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC, terutama batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih. Warga yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas.

Pemeriksaan dahak dan pengobatan TBC tersedia secara gratis di Puskesmas Kabupaten Lebak sesuai ketentuan layanan kesehatan.

Dinkes berharap penguatan pelacakan kasus, pemeriksaan kontak erat, pendampingan masyarakat, serta kepatuhan pasien menjalani pengobatan dapat membantu memutus rantai penularan TBC di Kabupaten Lebak. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Selanjutnya Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

Daerah Pendidikan

Dewan Pendidikan Banten Bawa Aspirasi ke Rakernas 2026, Soroti Mutu Guru

Budaya Daerah

Hari Santri 2026, Kadisbudpar Lebak Ajak Santri Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan

Daerah News

Hari Santri Nasional, Wali Kota Serang Ziarah ke Makam Syekh Sahal

Daerah Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 : Santri Didorong Jadi Solusi Bangsa

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com