Kobarnews.id, LEBAK – Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang terus dikebut. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinantikan masyarakat Banten itu diharapkan menjadi akses penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten Selatan.
PT Wijaya Karya (WIKA) selaku pelaksana proyek menyampaikan pembangunan tol sepanjang sekitar 83,67 kilometer tersebut terbagi menjadi tiga seksi, yakni Serang-Rangkasbitung, Rangkasbitung-Cileles, dan Cileles-Panimbang.
Seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung telah beroperasi. Sementara itu, pembangunan Seksi 2 dan Seksi 3 masih berlanjut menuju tahap penyelesaian. Khusus Seksi 3 ruas Cileles-Panimbang, progres konstruksi dilaporkan telah mencapai sekitar 94,45 persen.
Manager Bidang Pemasaran Strategis dan Pengembangan Usaha, Muhammad Albagir, mengatakan Seksi 2 ruas Rangkasbitung-Cikulur-Cileles saat ini tengah menjalani proses finalisasi Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
“Kami berharap segera mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO), sehingga pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini bisa beroperasi secara gratis,” ujar Albagir kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Kehadiran Tol Serang-Panimbang bukan sekadar menghadirkan jalan bebas hambatan. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mempermudah akses masyarakat menuju sejumlah wilayah di Banten Selatan, termasuk Pandeglang, Lebak, kawasan wisata Tanjung Lesung hingga Taman Nasional Ujung Kulon.
Jika seluruh ruas telah tersambung, Tol Serang-Panimbang diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata di Banten Selatan.
Masyarakat kini menantikan penyelesaian seluruh tahapan pembangunan tol tersebut. Kehadiran Tol Serang-Panimbang diharapkan menjadi pintu baru bagi kemajuan Banten Selatan yang selama ini membutuhkan dukungan infrastruktur dan akses transportasi yang lebih memadai. (Red/Hikmat)




