Kobarnews.id, LEBAK – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengingatkan para santri agar tidak hanya mengejar kecerdasan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Menurutnya, pendidikan agama menjadi bekal penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Provinsi Banten 2026 di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (1/11/2026).
Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan Porsadin yang menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan bakat dan kemampuan. Dia berharap kegiatan serupa semakin banyak digelar di tingkat kabupaten dan kota.
“Saya menyambut baik Porsadin ini. Perbanyak festival lomba seperti ini agar anak-anak kita sehat dan cerdas. Meski tingkat kabupaten/kota, jika diundang, saya akan datang,” kata Dimyati.
Dia mengatakan madrasah diniyah takmiliyah (MDT) dan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berhati bersih, berakhlak mulia, serta beriman dan bertakwa.
Menurut Dimyati, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kebersihan hati dan keluhuran budi pekerti.
“Berilmu artinya cerdas otaknya. Orang yang hatinya bersih memiliki pikiran yang jernih, sedangkan berakhlak berarti luhur budi pekertinya. Keempat hal ini yang akan menolong kita kelak, tetapi untuk mencapainya harus diajarkan. Oleh karena itu, madrasah diniyah takmiliyah hadir,” ujarnya.
Dia menjelaskan, melalui MDT, para santri diajarkan membaca, memahami, menghayati, hingga mengamalkan Al-Qur’an. Karena itu, Dimyati berharap setiap kabupaten dan kota di Banten memiliki madrasah diniyah dengan fasilitas yang memadai.

Dimyati juga menilai kemampuan keagamaan menjadi bekal penting ketika seseorang berada di tengah masyarakat.
“Dari pengalaman, saat orang lain tahu bahwa kita berasal dari Banten, biasanya kita akan diminta untuk memimpin doa, bahkan berkhotbah. Di sinilah letak pentingnya peran madrasah diniyah takmiliyah,” ungkapnya.
Guru MDT Banten Terbanyak Kedua di Indonesia
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Banten, Muhsinin, menyebut jumlah guru MDT di Banten merupakan yang terbanyak kedua di Indonesia.
“Di Kabupaten Serang saja terdapat lebih dari lima ribu guru, belum termasuk ribuan lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Banten. Melalui madrasah diniyah takmiliyah, kita berupaya membentuk generasi yang Qurani,” kata Muhsinin.
Porsadin VII Provinsi Banten 2026 diikuti 202 peserta. Mereka berkompetisi dalam 14 cabang lomba, mulai dari bidang keagamaan, seni, hingga olahraga.
Cabang lomba tersebut meliputi tahfiz Juz Amma, musabaqah qiraatil kutub (MQK) Safinatunnajah, cerdas cermat diniyah, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ), muratal wal imla, kaligrafi, puisi islami, lari sprint 100 meter, bulu tangkis tunggal, tenis meja tunggal, selawat, dan azan. (Red/Hikmat)





