Kobarnews.id, LEBAK – Komunitas Belajar (Kombel) Guru SMP Negeri 2 Rangkasbitung terus mendorong peningkatan kompetensi guru. Salah satunya melalui kegiatan bertema “Belajar Bersama, Bergerak Bersama, Bertumbuh Bersama”.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kepala SMP Negeri 2 Rangkasbitung Nasaruddin, S.Pd., M.Pd. membuka kegiatan dengan memberikan pengarahan serta menyampaikan sejumlah informasi kedinasan kepada para guru.
Nasaruddin mengatakan budaya belajar di kalangan guru perlu terus diperkuat. Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya.
“Komunitas belajar bukan sekadar forum berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik,” kata Nasaruddin.
Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan diseminasi praktik baik hasil Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Digital menggunakan Lumi Education yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Materi tersebut disampaikan Yeni Apriyani, M.Pd. dan Fajar Rudiyanto. Para guru diajak memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif serta meningkatkan keterlibatan murid.
Selain teknologi pembelajaran, peserta juga mendapatkan materi mengenai Rumah Pendidikan yang disampaikan Emdar Budiwati, S.Pd. Materi ini membahas sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru.
Sementara itu, Sumaryani Rita S., M.Pd. mendorong para guru memanfaatkan Ruang GTK untuk mengikuti pelatihan mandiri. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun kebiasaan belajar secara berkelanjutan.
Nasaruddin mengatakan pelatihan mandiri tidak semata-mata ditujukan untuk menyelesaikan aktivitas di platform digital. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas guru dan mutu pendidikan di sekolah.
“Pelatihan mandiri merupakan bagian dari ikhtiar meningkatkan kapasitas guru, mutu pendidikan, sekaligus mendukung capaian Raport Pendidikan sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan Kombel, SMP Negeri 2 Rangkasbitung berharap kolaborasi antar-guru semakin kuat. Para guru diharapkan dapat terus melakukan refleksi pembelajaran, berbagi praktik baik, serta menghadirkan inovasi yang berdampak pada pengalaman belajar murid.
“Ketika guru berhenti belajar, pembelajaran pun berhenti berkembang. Namun ketika guru terus belajar, selalu ada peluang untuk menghadirkan perubahan,” pungkas Nasaruddin. (Dian)




