Kobarnews.id, LEBAK – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengajak para santri menjadi generasi penerus Islam yang mampu menjaga persatuan dan menebarkan kedamaian di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Amir saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tahfiz, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2026).
Dalam sambutannya, Amir mengapresiasi peran Ponpes Darut Tahfiz dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia serta berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid merupakan momentum untuk merefleksikan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Amir juga mengingatkan para santri bahwa mereka merupakan pemegang tongkat estafet perjuangan Islam di masa mendatang.
“Sebagai pewaris agama Islam, kita diberikan kemudahan, hanya perlu mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik. Jadilah pewaris yang baik, jangan menjadi pewaris yang tidak baik. Kita harus mempersatukan, bukan merusak,” ujar Amir.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya kalangan pesantren, untuk terus menghidupkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, kepedulian sosial, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Amir menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang religius, moderat, sekaligus memiliki kecintaan terhadap persatuan bangsa.
Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Darut Tahfiz berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya Tokoh NU nasional KH Syukron Makmur, Pimpinan Ponpes Darut Tahfiz KH Achmad Fauzie, Komisioner KPU Banten, Asisten Administrasi Umum Setda Lebak, Ketua Baznas Kabupaten Lebak, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan di lingkungan pesantren.
Melalui momentum tersebut, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menjadi teladan dan perekat persatuan di tengah masyarakat. (Red/Dian)




