Kobarnews.id, LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Sejumlah potensi bencana diantisipasi, mulai dari krisis air bersih, penyakit menular, gagal panen, hingga kebakaran permukiman dan hutan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghadapi dampak kemarau.
“Kita berharap dengan koordinasi itu dapat mengurangi risiko kebencanaan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Sukanta kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, Dinas Ketahanan Pangan, PDAM, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, relawan, serta pihak terkait lainnya.
BPBD Lebak juga menyiagakan tiga unit kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pendistribusian dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Warga dapat melaporkan kondisi kekeringan melalui WhatsApp agar petugas dapat menindaklanjuti dengan penyaluran air bersih.
Selain krisis air, BPBD mengantisipasi potensi kebakaran akibat kondisi lahan yang kering. Masyarakat diminta tidak membakar rumput ilalang atau membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar semak-semak kering dan kawasan hutan.
“Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau agar tidak menimbulkan bencana alam,” ungkap Sukanta.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan sejauh ini belum ada laporan dari petani terkait ancaman gagal panen akibat kekeringan.
“Kita minta petani agar mengaktifkan pompa air untuk menyelamatkan tanaman padi, sehingga bisa menghasilkan produksi pangan,” ujarnya. (Red/Dian)



