kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahPemerintahanPolitikViral

Hilirisasi Beras di Lebak Didorong, Modernisasi Penggilingan Jadi Kunci Stabilkan Harga

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
21 Juli 2026
Bagikan
5 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Hilirisasi sektor perberasan di Kabupaten Lebak, Banten, terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas harga beras. Modernisasi mesin penggilingan padi menjadi salah satu kunci yang dinilai penting untuk mewujudkan langkah tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Lebak yang digelar pada Selasa (21/7/2026).

Beras merupakan salah satu komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi dan kondisi perekonomian di Banten. Pada 2025, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Banten diperkirakan mencapai sekitar 1,7 juta ton dengan potensi surplus sekitar 124 ribu ton.

Meski mengalami surplus produksi, harga beras di Banten masih relatif tinggi. Salah satu persoalannya, sebagian gabah hasil produksi daerah masih dijual ke luar Banten.

- Advertisement -
Ad image

Gabah tersebut kemudian diolah dan dipasarkan kembali ke Banten dalam bentuk beras dengan harga yang lebih mahal.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Kondisi ini menunjukkan surplus produksi belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi daerah maupun petani.

Lebak, Pandeglang, dan Serang merupakan sejumlah wilayah yang menjadi sentra produksi padi utama di Banten. Karena itu, pengembangan industri penggilingan padi di wilayah sentra produksi dinilai penting.

Dengan adanya pengolahan di daerah, gabah tidak hanya keluar sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi beras sebelum dipasarkan.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Mesin Penggilingan Perlu Dimodernisasi

Salah satu kendala yang diidentifikasi dalam FGD adalah masih terbatasnya kapasitas dan kualitas mesin penggilingan padi atau rice milling.

- Advertisement -
Ad image

Sebagian mesin yang digunakan pelaku usaha sudah berusia tua sehingga membutuhkan modernisasi. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas produksi, efisiensi pengolahan, hingga kualitas beras yang dihasilkan.

Modernisasi mesin diharapkan meningkatkan kemampuan industri pengolahan padi lokal. Dengan begitu, penggilingan dapat menyerap lebih banyak gabah petani sekaligus menghasilkan beras dengan kualitas dan daya saing yang lebih baik.

Penguatan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok perberasan, mulai dari produksi, penggilingan hingga pemasaran.

- Advertisement -
Ad image

Gandeng Perbankan

Untuk mendukung modernisasi, pemerintah berupaya mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan, mulai dari perbankan, BPR, lembaga pembiayaan hingga penyedia modal lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting karena pembangunan ekonomi daerah tidak hanya dapat mengandalkan kemampuan APBD. Peran perbankan, investasi swasta, dan lembaga keuangan dibutuhkan untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Sebagai tindak lanjut FGD, direncanakan kunjungan ke Lebak Niaga untuk membahas kerja sama pembiayaan secara lebih konkret.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan BRI sebagai calon mitra pembiayaan. Kolaborasi juga diharapkan melibatkan lembaga keuangan lainnya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Agustus atau awal September 2026. Setelah PKS ditandatangani, pencairan pembiayaan ditargetkan sekitar satu minggu kemudian dengan tetap mengikuti ketentuan dan proses pembiayaan yang berlaku.

Skema pembiayaan akan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan usaha, kelayakan pembiayaan, serta aspek jaminan. Hal itu dilakukan agar pembiayaan tetap aman bagi seluruh pihak dan tidak memberatkan penerima.

Dana pembiayaan nantinya dimanfaatkan untuk mendukung pengadaan mesin serta pengembangan usaha sesuai rencana yang telah disusun.

Monitoring dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal.

Diharapkan Beri Nilai Tambah ke Petani

Kolaborasi antara Lebak Niaga, BRI, Bank Banten, Bank BJB, bank Himbara lainnya, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun ekosistem pembiayaan yang mendukung industri pengolahan padi di Kabupaten Lebak.

Jika ekosistem tersebut berjalan baik, surplus gabah Banten diharapkan tidak sekadar menjadi angka produksi. Gabah juga dapat diolah di daerah sehingga menghasilkan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Bagi Lebak sebagai salah satu sentra produksi padi, penguatan industri penggilingan berpotensi membuka pasar yang lebih besar bagi hasil panen petani.

Di sisi lain, pengolahan gabah di daerah dapat memperpendek rantai pasok sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang berputar di tingkat lokal.

Pada akhirnya, hilirisasi sektor perberasan diharapkan meningkatkan daya saing, memperkuat perekonomian daerah, serta memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.

Langkah tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Banten.

Seluruh pihak berharap kerja sama pembiayaan dapat berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan program yang efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi Kabupaten Lebak. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kemarau Panjang, BPBD Lebak Siaga 24 Jam Antisipasi Krisis Air hingga Kebakaran
Selanjutnya Ribuan Warga Terdampak Krisis Air Bersih, Lebak Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com