Kobarnews.id, TANGERANG – Kisah seorang pelukis cilik bernama Agis (9) menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Gadis kecil tersebut diketahui menjajakan hasil karya lukisannya di wilayah Ciledug, Kota Tangerang.
Video berdurasi 1 menit 57 detik yang dibuat seorang netizen itu beredar melalui grup WhatsApp. Dalam video tersebut, netizen menceritakan kehidupan sehari-hari Agis yang tetap melukis dan menjual hasil karyanya.
Kisah Agis kemudian menuai perhatian publik. Sejumlah pihak turut mempertanyakan peran pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap kondisi sosial, ekonomi, hingga pendidikan anak-anak seperti Agis.
“Ya, video kisah pelukis cilik bernama Agis yang usianya 9 tahun dibuat salah satu netizen di Tangerang itu viral. Video tersebut menceritakan kisah gadis kecil itu,” kata Hikmat kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Hikmat mengaku terharu setelah melihat kisah Agis. Namun, di sisi lain ia juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang memiliki kondisi serupa.
“Saya sih melihatnya terharu dan sekaligus menggelitik untuk mempertanyakan kehadiran dan peran pemerintah. Pemerintah patut memperhatikan persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang tampaknya belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh anak-anak seperti Agis,” ujarnya.
Menurut Hikmat, ia mendapatkan video tersebut dari sebuah grup WhatsApp. Ia pun mengapresiasi kepedulian netizen yang mengangkat kisah Agis ke media sosial.
Agis diketahui menjajakan hasil karya lukisannya di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 02 RW 07, Peninggilan, Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Terkadang, Agis juga menawarkan lukisannya di sekitar taman kanak-kanak di wilayah tersebut.
“Video yang dibuat netizen itu juga menjadi salah satu bentuk kepekaan sosial terhadap gadis kecil tersebut. Netizen seolah menggugah dan mendorong masyarakat untuk membantu anak luar biasa ini,” katanya.
Kisah Agis pun kini menjadi perhatian warganet. Selain mengapresiasi bakatnya dalam melukis, perhatian publik juga mengarah pada kondisi sosial dan pendidikan yang dihadapi pelukis cilik tersebut. (Rez)



