Kobarnews.id, LEBAK – Warga bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibeber, Kabupaten Lebak, bergotong royong memperkuat badan jalan yang tergerus akibat longsor. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan dan mencegah badan jalan cor ambruk.
Kegiatan berlangsung di Jalan Raya Cipanas-Warungbanten, Blok Cimari, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak, Minggu (6/9/2026). Sekitar 500 orang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Danramil 0315/Bayah Kapten Inf Sandi Nuryadin mengatakan kondisi tanah di bawah badan jalan mengalami erosi atau tergerus akibat longsor. Kondisi itu berpotensi membuat badan jalan ambruk dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Gotong royong ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperkuat bagian bawah badan jalan yang tanahnya telah tergerus akibat longsor,” kata Sandi kepada wartawan melalui telepon seluler, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Camat Cibeber Khaerudin selaku penanggung jawab, Kapolsek Cibeber beserta anggota, personel Koramil 0315/Bayah, para kepala desa se-Kecamatan Cibeber, serta masyarakat.
Dalam kegiatan itu, setiap warga membawa dua karung yang diisi batu-batuan atau tanah. Karung tersebut kemudian ditempatkan di bagian bawah badan jalan yang mengalami pengikisan untuk membantu memperkuat dan mengamankan jalan.
Mobil truk dan kendaraan roda dua digunakan untuk mengangkut warga menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, warga bersama aparat melakukan pengangkutan, penurunan, dan penempatan karung berisi batu serta tanah di titik yang mengalami pengikisan.
Gotong royong tersebut bertujuan mengurangi dampak erosi, memperkuat badan jalan, serta mengantisipasi longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu, kegiatan diharapkan menjaga kelancaran akses transportasi dan aktivitas masyarakat.
Sandi mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat juga antusias ikut bergotong royong,” ujarnya.
Meski telah dilakukan penanganan awal, kondisi tanah di sekitar lokasi masih perlu mendapat perhatian. Wilayah tersebut memiliki kontur berbukit dan tanah yang rawan mengalami erosi, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Karena itu, pemantauan dan penanganan lanjutan dari pihak terkait masih diperlukan untuk mencegah kerusakan badan jalan yang lebih parah. (Red/Hikmat)




