Kobarnews.id, LEBAK – Debu vulkanik mengintai. Kewaspadaan warga pun ditingkatkan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau. Melihat kondisi tersebut, relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) PKS Kabupaten Lebak turun ke jalan.
Sebanyak 500 masker dibagikan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar Alun-Alun Rangkasbitung, Selasa (8/9/2026).
Warga yang melintas, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di ruang terbuka, menjadi sasaran pembagian masker. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah sederhana untuk membantu warga mengantisipasi potensi paparan debu vulkanik.
Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak, Lili Sugiyanto, mengatakan persoalan debu vulkanik tidak bisa hanya dihadapi pemerintah. Peran masyarakat dan berbagai elemen juga dibutuhkan.
“Kami melihat masih ada masyarakat yang belum memiliki masker. Ini bentuk kepedulian kami dan upaya ikut membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam mengantisipasi dampak debu vulkanik,” kata Lili.
Menurutnya, masker yang dibagikan memang bukan solusi untuk mengatasi dampak aktivitas gunung api secara keseluruhan. Namun, langkah tersebut diharapkan bisa memberikan perlindungan tambahan bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Lili juga meminta masyarakat tidak lengah. Warga diminta terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap informasi maupun imbauan resmi dari pemerintah serta instansi berwenang.
“Yang terpenting masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Ketua BIPEKA PKS Kabupaten Lebak, Nurhayati, menambahkan, aksi sosial tersebut sengaja dilakukan dengan menyasar masyarakat secara langsung.
“Semoga pembagian ini bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Nurhayati.
Pembagian masker di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung itu pun mendapat perhatian warga. Para relawan membagikan masker satu per satu kepada masyarakat yang melintas.
Sebanyak 500 masker disiapkan dalam aksi tersebut. Selain membantu warga, kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak menganggap remeh potensi paparan debu vulkanik.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, kesiapsiagaan menjadi kunci. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sosial diharapkan ikut mengambil peran agar warga tetap aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Red/Dian)




