Kobarnews.id, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Parlemen Prefektur Mie, Jepang, di Kantor Gubernur Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (3/8). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga investasi.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Parlemen Prefektur Mie, Mr. Inagaki. Ini merupakan pertemuan kedua setelah kunjungan pertama pada Mei 2025.
“Hari ini kami menerima kunjungan kedua Parlemen Prefektur Mie. Banyak hal yang kami diskusikan, salah satunya melanjutkan penjajakan kerja sama antara Provinsi Banten dan Prefektur Mie dengan fokus utama pada pengembangan sumber daya manusia,” kata Andra.
Usai pertemuan, Andra mengajak rombongan meninjau fasilitas Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu modal untuk mendukung kerja sama sekaligus menarik investasi dari Jepang.
“Kami memperlihatkan fasilitas pelatihan yang dimiliki. Kerja sama ini akan dilakukan secara bertahap hingga menuju sister province. Kami juga siap memfasilitasi investor dari Prefektur Mie untuk berinvestasi di Provinsi Banten,” ujarnya.

Andra menegaskan Pemprov Banten membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, khususnya yang sejalan dengan program hilirisasi pemerintah.
“Provinsi Banten sangat terbuka terhadap investasi, terutama yang sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan Presiden,” tegasnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten Virgojanti mengatakan, Parlemen Prefektur Mie memberikan respons positif terhadap hasil kunjungan sebelumnya. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama kerja sama yang sedang dijajaki.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan kerja sama berkembang ke sektor bisnis. Banten memiliki potensi besar karena didukung SDM usia produktif yang cukup banyak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banten Septo Kalnadi mengatakan tantangan tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Jepang bukan hanya penguasaan keterampilan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat.
Menurutnya, Pemprov Banten memiliki balai pelatihan kerja di Kabupaten Pandeglang yang dapat dikembangkan bersama Prefektur Mie untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri di Jepang.
“Semua peserta nantinya akan dibekali pelatihan keterampilan dan pembiasaan sebelum diberangkatkan ke Jepang,” pungkasnya. (Reza)




