kobarnews.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiPendidikanViral

Jangan Asal Arahkan Anak! Abah Apri Ungkap 3 Tahap Mengelola Bakat Sejak Dini

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
12 Oktober 2026
Bagikan
3 menit baca
Kegiatan perkuliahan khusus orang tua Ilalang.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Orang tua perlu memahami cara mengenali dan mengembangkan bakat anak sejak dini. Founder Ilalang, Abah Apri, mengungkap tiga tahap pengelolaan bakat anak, yakni eksplorasi, kurasi, dan inkubasi.

Hal itu disampaikan Abah Apri dalam kegiatan Perkuliahan Khusus Orang Tua Ilalang bertema Manajemen Bakat Anak di Rumah di Aula Hotel Grand Keisha Lebak, Minggu (11/10/2026).

Dalam pemaparannya, Abah Apri menekankan setiap anak memiliki potensi dan kekuatan yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak seharusnya terburu-buru mengarahkan anak pada bidang tertentu tanpa memberikan kesempatan untuk mengenali minat dan kemampuannya.

Menurutnya, bakat tidak cukup hanya ditemukan, tetapi perlu dikelola secara bertahap sesuai perkembangan usia dan jenjang pendidikan anak.

- Advertisement -
Ad image

Ada tiga tahap utama yang dapat diterapkan orang tua dalam mendampingi perkembangan bakat anak, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga:

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang
3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan

1. Eksplorasi saat SD

Pada tahap pertama, anak perlu diberi ruang seluas-luasnya untuk mencoba berbagai hal. Orang tua dapat mendampingi anak mengikuti beragam kegiatan, bermain, mengalami pengalaman baru, hingga menghasilkan karya sederhana.

Melalui proses tersebut, anak memiliki kesempatan untuk mengenali aktivitas yang menarik minat, memunculkan rasa ingin tahu, dan membangkitkan semangatnya.

Baca Juga:

USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital
Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah
DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen

Pada fase ini, orang tua sebaiknya tidak terlalu cepat membatasi pilihan anak. Pengalaman yang beragam dapat membantu anak mengenali potensi yang mungkin belum terlihat sebelumnya.

- Advertisement -
Ad image

2. Kurasi saat SMP

Memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP), anak mulai diarahkan pada tahap kurasi. Pada fase ini, orang tua membantu anak mengenali pola kekuatan dan minat yang muncul selama proses eksplorasi.

Anak mulai belajar memilih bidang yang paling sesuai dengan dirinya dan mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih terarah.

- Advertisement -
Ad image

Tahap kurasi bukan sekadar membatasi pilihan, melainkan membantu anak menentukan fokus berdasarkan pengalaman, minat, dan potensi yang telah dikenali.

3. Inkubasi saat SMA

Baca Juga:

Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri
Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa
Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar
Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi

Tahap berikutnya adalah inkubasi, yang dapat dilakukan ketika anak memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Pada fase ini, bakat yang telah dikenali dan dikembangkan mulai diperdalam melalui proses berkarya, menyusun portofolio, serta menyelesaikan persoalan nyata.

Anak juga didorong untuk mengembangkan kemampuannya menjadi karya yang memiliki nilai dan manfaat. Dengan demikian, potensi yang dimiliki tidak berhenti pada minat atau keterampilan semata, tetapi dapat berkembang menjadi kontribusi nyata.

Pendekatan tiga tahap tersebut menempatkan orang tua sebagai pendamping dalam proses tumbuh kembang anak. Peran orang tua bukan semata-mata menentukan pilihan masa depan, melainkan menyediakan ruang, kesempatan, dan dukungan agar anak mampu memahami dirinya sendiri.

Melalui pengelolaan bakat yang tepat, anak diharapkan dapat mengembangkan potensi secara lebih terarah tanpa kehilangan kesempatan untuk mencoba hal baru dan menemukan jati dirinya.

Mengelola bakat anak bukan berarti memilihkan masa depannya. Orang tua justru perlu membantu anak menemukan, menumbuhkan, dan mengembangkan potensinya agar kelak dapat diwujudkan menjadi karya yang bermakna. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Warga Dilarang Mendekat 5 Km
Selanjutnya Kapolres Lebak Turun ke Jalan, Atur Lalin Demi Pelayanan Prima
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

Daerah News

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

Daerah Pendidikan

Dewan Pendidikan Banten Bawa Aspirasi ke Rakernas 2026, Soroti Mutu Guru

Budaya Daerah

Hari Santri 2026, Kadisbudpar Lebak Ajak Santri Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan

Daerah News

Hari Santri Nasional, Wali Kota Serang Ziarah ke Makam Syekh Sahal

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com