Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tak mau setengah-setengah menggarap potensi wisata daerahnya. Demi mendongkrak daya tarik Geopark Bayah Dome, kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya pemandu geowisata, kini ikut digenjot.
Salah satu langkah konkretnya melalui Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata Tahun 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak di Hotel Maris Rangkasbitung, 2–5 November 2026.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, DR. Yosep M Holis, Senin (2/11/2026).
Pelatihan ini bukan sekadar mengejar sertifikat. Lebih dari itu, Pemkab Lebak ingin mencetak pemandu geowisata yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan pengalaman wisata berkualitas kepada para pengunjung.
Yosep M Holis mengatakan, peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi pemandu menjadi bagian penting dalam memperkuat pengembangan sektor pariwisata Lebak, terutama kawasan Geopark Bayah Dome yang memiliki kekayaan geologi, alam, dan budaya.
Menurutnya, seorang pemandu geowisata tidak cukup hanya piawai menjelaskan objek wisata. Mereka juga harus memahami ilmu geologi, konservasi lingkungan, hingga prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.
“Kami berharap melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kualitas pelayanan pemandu semakin meningkat, lebih profesional, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam. Dengan begitu, pengembangan pariwisata Lebak dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Yosep.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi bagi Tenaga Kerja Bidang Pariwisata.
Pesertanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemandu di sejumlah geosite, Geopark Youth Forum, hingga Badan Pengelola Geopark Bayah Dome.
Tak tanggung-tanggung, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Disbudpar Lebak juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Di antaranya ahli geologi Indonesia, perwakilan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome, serta pemandu wisata gunung.
Yosep berharap, pelatihan tersebut mampu melahirkan pemandu geowisata yang bukan hanya mengantongi sertifikat kompetensi, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi edukator bagi wisatawan.
Dengan begitu, wisatawan tidak sekadar menikmati keindahan destinasi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang kekayaan geologi, alam, dan budaya yang dimiliki Kabupaten Lebak.
“Penguatan kualitas pemandu ini diharapkan menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan daya tarik Geopark Bayah Dome sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Lebak sebagai daerah tujuan wisata berbasis alam dan edukasi,” pungkasnya. (Dian/Himat)





