Kobarnews.id, JAKARTA – Langkah senyap Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri menjadi perhatian. Sejumlah perwira tinggi kepolisian dikabarkan diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal. Salah satunya perwira tinggi berpangkat bintang empat berinisial L.
Pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa itu disebut berkaitan dengan sejumlah persoalan sensitif di lingkungan Korps Bhayangkara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi informasi sekaligus menjaga stabilitas internal institusi kepolisian.
Tak hanya jenderal bintang empat, sejumlah perwira tinggi berpangkat bintang tiga juga turut dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Mabes Polri.
“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” ungkap sumber terkait pemeriksaan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sosok L merupakan figur yang pernah menduduki jabatan strategis di tubuh Polri dan kini mengemban amanah di lingkungan pemerintahan.
Proses pengamanan berlangsung tertutup. Sejumlah personel khusus dilibatkan untuk mengawal para perwira tinggi tersebut menuju ruang pemeriksaan Propam Mabes Polri.
Pemeriksaan ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah masa transisi kepemimpinan dan konsolidasi organisasi Polri. Terlebih, pergantian pucuk pimpinan institusi tersebut baru berjalan sekitar satu bulan.
Sebelumnya, Jenderal Suyudi menegaskan konsolidasi internal menjadi salah satu prioritas setelah dirinya resmi dilantik sebagai pimpinan baru Polri.
Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan program-program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan, sekaligus memperbaiki berbagai hal yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi seusai pelantikan.
Suyudi juga menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pendekatan humanis dan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu menjadi bagian dari arah kebijakan yang ingin diperkuat.
Menurutnya, Polri harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kepolisian tidak boleh hanya berada di balik meja, tetapi harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dan mampu memberikan jawaban secara cepat terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (Tim)
Di tengah agenda pembenahan tersebut, pemeriksaan sejumlah jenderal oleh Propam menjadi ujian penting bagi konsolidasi internal Korps Bhayangkara.





