Kobarnews.id, LEBAK – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak menggelar pembinaan organisasi kemasyarakatan dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan tersebut membahas peran mahasiswa dan masyarakat dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh sosial, termasuk isu LGBT.
Kegiatan bertema “Peran Strategis Mahasiswa dan Masyarakat Lebak dalam Membentengi Generasi Muda dari Pengaruh LGBT” itu digelar di Kabupaten Lebak, Kamis (10/9/2026).
Kepala Kesbangpol Kabupaten Lebak H Hari Setiono mengatakan pembinaan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Hari, mahasiswa dan masyarakat memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pembinaan karakter serta ketahanan sosial generasi muda.
“Peran mahasiswa dan masyarakat sangat penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh yang dapat mengganggu perkembangan karakter dan ketahanan sosial mereka,” kata Hari.
Dia mengatakan pembinaan generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat juga diperlukan.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Lebak sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Lebak, Dr KH Asep Saefullah, M.Pd., turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Asep mengatakan pembinaan generasi muda perlu dilakukan melalui pendidikan, keteladanan, penguatan nilai agama, serta penciptaan lingkungan sosial yang sehat.
“Mahasiswa tidak hanya memiliki peran sebagai kelompok intelektual, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran generasi muda,” ujar Asep.
Dia menambahkan penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan perlu berjalan beriringan. Hal itu dinilai penting agar generasi muda memiliki karakter dan integritas serta mampu menyaring berbagai pengaruh yang berkembang di tengah masyarakat.
Kesbangpol Lebak berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Hasil pembinaan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang dilakukan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Lebak. (Red/Danu)




