Kobarnews.id, JAKARTA – Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Lebak, Nia Kaniasari, menghadiri Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) I IGTKI-PGRI Masa Bakti XII Tahun 2026-2031. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 6-8 Agustus 2026.
Konkernas I IGTKI-PGRI mengusung tema “Bersatu, Solid dan Berakhlak Mulia untuk Kemajuan IGTKI-PGRI”. Forum tersebut menjadi wadah bagi pengurus IGTKI-PGRI dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas arah kebijakan organisasi sekaligus menyusun program kerja lima tahun ke depan.
Pembahasan program kerja dilakukan melalui empat komisi. Keempatnya yakni Komisi A Bidang Organisasi, Komisi B Bidang Pendidikan dan Keprofesian, Komisi C Bidang Porseni, serta Komisi D Bidang Humas dan Kesejahteraan.
Hasil pembahasan setiap komisi kemudian dirumuskan menjadi program kerja organisasi dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IGTKI-PGRI. Program tersebut juga merupakan penjabaran dari keputusan Kongres XII IGTKI-PGRI Masa Bakti 2026-2031.
Nia mengatakan keikutsertaannya dalam Konkernas menjadi bagian penting dalam menentukan arah pelaksanaan program IGTKI-PGRI di daerah, termasuk Kabupaten Lebak.
“Program yang dihasilkan dalam Konkernas ini akan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran IGTKI-PGRI, termasuk di Kabupaten Lebak. Kami siap mengimplementasikan hasil keputusan nasional tersebut agar berdampak nyata terhadap peningkatan mutu guru, mutu layanan pendidikan anak usia dini, serta kesejahteraan para guru TK,” kata Nia.
Menurutnya, program kerja organisasi diarahkan pada tiga sasaran utama, yakni peningkatan mutu guru, pengembangan mutu anak, dan peningkatan kesejahteraan guru. Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Dalam Konkernas tersebut, IGTKI-PGRI menetapkan lima program utama sebagai arah kebijakan strategis organisasi untuk lima tahun mendatang. Kelima program itu meliputi Program Peningkatan Profesionalisme Guru, Program Pengembangan Pembelajaran Anak, Program Advokasi dan Kesejahteraan Guru, Program Penguatan Organisasi, serta Program Kemitraan dan Kepedulian Sosial.
Nia menyebut kelima program tersebut akan menjadi landasan bagi penguatan peran IGTKI-PGRI sebagai organisasi profesi guru taman kanak-kanak. Program itu diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.
“Setelah ini, hasil Konkernas akan kami sosialisasikan kepada pengurus dan anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Lebak agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan semangat persatuan, soliditas, dan akhlak mulia yang menjadi tema Konkernas akan menjadi pijakan IGTKI-PGRI Kabupaten Lebak dalam menjalankan program organisasi.
“Semangat yang dibangun dalam Konkernas adalah persatuan, soliditas, dan akhlak mulia. Nilai-nilai itu akan kami bawa dalam menjalankan program organisasi di Kabupaten Lebak sehingga IGTKI-PGRI semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan anak usia dini,” pungkasnya. (Red/Dian)




