Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima desa pesisir dapat menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah saat meninjau lokasi pembangunan KNMP di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
KNMP di Desa Bayah Barat merupakan satu dari lima lokasi pembangunan program tersebut di Kabupaten Lebak. Empat lokasi lainnya berada di Desa Muara, Darmasari, Sawarna, dan Cireundeu.
Amir mengatakan pembangunan KNMP diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Program ini juga diarahkan untuk mendukung aktivitas nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung aktivitas nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Amir.
Menurutnya, penataan kawasan nelayan dengan fasilitas terintegrasi menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, menjelaskan KNMP merupakan program yang mengintegrasikan ekosistem nelayan, koperasi, dan pasar untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Dia menyebut masyarakat pesisir selatan Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Kondisi tersebut semakin berat ketika cuaca buruk membuat nelayan tidak bisa melaut dan kehilangan sumber penghasilan.
“KNMP dirancang bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menciptakan ekosistem usaha perikanan yang lebih kuat melalui pengelolaan berbasis koperasi dan pasar,” kata Winda kepada media, Minggu (1/11/2026).
Sejumlah fasilitas yang disiapkan dalam program tersebut meliputi rantai dingin berupa cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sarana penangkapan ikan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Winda mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat pesisir.
Selain itu, nelayan didorong tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai tambah. Di antaranya kerupuk ikan, bakso ikan, ikan panggang, soto ikan, hingga abon ikan.
Dia menambahkan, perputaran bisnis hasil tangkapan ikan di kawasan pesisir Lebak berpotensi mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Menurut Winda, keberhasilan program KNMP tidak cukup hanya dilihat dari penyelesaian pembangunan fisik. Program tersebut juga harus mampu menciptakan model bisnis perikanan modern melalui pengelolaan pascapanen yang profesional, kemandirian nelayan, dan penguatan kelembagaan lokal.
“Semua fasilitas KNMP itu untuk meningkatkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir. Kami meyakini konsep KNMP dapat menggerakkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir,” katanya.
Pemkab Lebak berharap pembangunan KNMP di lima desa tersebut dapat memperkuat perekonomian kawasan pesisir, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, serta mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.





