Kobarnews.id, SERANG – Puskesmas Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menggandeng paraji atau dukun bayi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Melalui kesepakatan bersama, paraji tidak lagi diperbolehkan menolong persalinan secara mandiri dan wajib mengarahkan ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara bidan puskesmas dan paraji aktif. Penandatanganan berlangsung di Gedung Aulia, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Rabu (14/10/2026).
Kepala Puskesmas Petir, drg. Yatni Suprapti Nafisah, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan ibu dan bayi selama proses persalinan.
Menurutnya, kemitraan dengan paraji bukan untuk menghilangkan peran mereka di tengah masyarakat. Namun, peran paraji diarahkan agar lebih berfokus pada pendampingan dan rujukan ke tenaga kesehatan profesional.
“Kemitraan ini bukan untuk memutus mata pencaharian, melainkan membagi peran demi keselamatan bersama. Paraji di Kecamatan Petir ke depan diwajibkan untuk tidak menolong persalinan lagi, semua proses melahirkan diarahkan ke puskesmas,” ujar Yatni kepada wartawan, Rabu (14/10/2026) di sela acara.
Dalam skema kemitraan tersebut, bidan bertanggung jawab memberikan asuhan persalinan sesuai standar profesi, konseling, tindakan medis, serta merujuk pasien dalam kondisi darurat. Bidan juga bertugas melakukan pembinaan terhadap paraji.
Sementara itu, paraji bertugas memotivasi ibu hamil agar memeriksakan kehamilan dan menjalani persalinan di fasilitas kesehatan. Mereka juga dapat mendampingi ibu selama proses persalinan di puskesmas serta membantu perawatan ibu dan bayi pada masa nifas melalui kunjungan rumah.
Kesepakatan ini turut melibatkan sejumlah unsur lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Enik Utmawati, Camat Petir, jajaran Polsek dan Koramil, Ketua MUI, kepala desa, serta kader posyandu se-Kecamatan Petir.
Melalui kerja sama tersebut, Puskesmas Petir berharap kesadaran masyarakat untuk menjalani persalinan di fasilitas kesehatan semakin meningkat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi serta menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kecamatan Petir. (Red/Oyo)




