Kobarnews.id, SERANG – Rapat Paripurna DPRD Kota Serang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan komitmennya mewujudkan visi Kota Serang yang madani, maju, dan berbudi.
Budi mengatakan tema HUT ke-19 Kota Serang, yakni ‘Kota Serang Madani, Maju, dan Berbudi’, bukan sekadar slogan. Menurutnya, tema tersebut menjadi semangat bersama dalam mewujudkan kota yang maju, bahagia, dan sejahtera.
“Semangat ‘Kota Serang Madani, Maju, dan Berbudi’ harus menjadi gerakan bersama,” kata Budi dalam sambutannya.
Dia menjelaskan, kata ‘madani’ mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung nilai kemanusiaan, harmonis, dan toleran. Sementara ‘maju’ menggambarkan semangat berinovasi, meningkatkan daya saing, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Adapun ‘berbudi’, lanjut Budi, bermakna membangun dengan integritas, menjunjung nilai kemanusiaan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Sejak memimpin Kota Serang, Budi menegaskan pemerintah daerah terus berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Walaupun di tengah berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal daerah hingga dinamika ekonomi nasional, Pemerintah Kota Serang akan terus berusaha untuk menghadirkan rasa bahagia dan tingkat kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Capaian Pembangunan Kota Serang
Budi menjadikan peringatan HUT ke-19 sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang masih dihadapi.
Dia menyebut sejumlah indikator makro pembangunan Kota Serang menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang disebut meningkat menjadi 77,50.
“Sepanjang tahun berjalan, indikator makro pembangunan Kota Serang menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan hingga mencapai angka 77,50, yang mencerminkan semakin baiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Serang mencapai 5,20 persen. Angka kemiskinan juga disebut berhasil ditekan menjadi 5,51 persen.
“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat menjadi sekitar Rp 61,65 juta, menunjukkan semakin kuatnya arus transaksi ekonomi masyarakat,” sambung Budi.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Serang terus mendorong penataan kota sebagai ibu kota Provinsi Banten. Sejumlah program yang menjadi prioritas antara lain peningkatan penerangan jalan umum (PJU), penanganan persampahan, perbaikan jalan dan drainase, serta revitalisasi ruang publik.
Salah satu proyek strategis yang tengah didorong ialah revitalisasi Alun-alun Kota Serang. Kawasan tersebut ditargetkan menjadi ruang publik yang representatif sekaligus ikon baru Kota Serang.
Apresiasi untuk Pemprov Banten
Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Banten Andra Soni, atas dukungan terhadap pembangunan di Kota Serang.
“Hari ini Kota Serang banyak pembangunan, ini berkat dukungan dari Provinsi Banten. Saya sebagai Walikota merasa sangat terbantu. Kami selalu berkoordinasi, baik pagi, siang, maupun malam, mempresentasikan potensi, kekurangan, dan kelebihan Kota Serang kepada Gubernur. Komitmen Provinsi Banten benar-benar terwujud dan dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dia menilai dukungan Pemprov Banten telah menjawab harapan masyarakat Kota Serang yang selama ini menantikan penataan infrastruktur dalam skala besar di wilayah ibu kota provinsi.
Dorong Investasi
Di sisi lain, Budi mengakui pembangunan Kota Serang masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan ruang fiskal dan anggaran daerah. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menghentikan pembangunan.
Menurutnya, Pemkot Serang harus bergerak cepat dan adaptif dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha dan investor swasta.

Salah satu bentuk tumbuhnya kepercayaan investor, kata Budi, terlihat dari hadirnya kawasan dan pembangunan area baru seperti Royal Baru. Kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penataan kawasan terpadu sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan langkah kita. Kita harus cerdas dan adaptif dengan memperkuat kolaborasi strategis bersama dunia usaha guna menggerakkan roda investasi dan pembangunan infrastruktur publik,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Serang berkomitmen memperluas peluang investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan infrastruktur, memperkuat ketahanan pangan, mempercepat digitalisasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui sinergi lintas sektor, kerja sama antardaerah, dan kemitraan strategis untuk memperkuat pembangunan Kota Serang. (ADV)




