Kobarnews.id, LEBAK – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga silaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Amir saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al Ashilyah, Kampung Bongkok, Desa Gubugan, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Senin (17/8/2026).
Dalam sambutannya, Amir mengatakan ajaran Rasulullah SAW tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan beragama, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama, persaudaraan, dan persatuan bangsa.
Ia mengingatkan masyarakat agar menjadi umat yang mampu menjaga agama sekaligus memberikan kontribusi positif bagi negara.
“Jadilah pewaris Islam yang baik, jadilah pewaris negara yang baik. Jangan merusak agama, jangan merusak persatuan, jangan merusak negara, dan kita harus menjaga stabilitas,” ujar Amir.
Menurut Amir, menjaga persatuan dan stabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, nilai keteladanan Rasulullah SAW, seperti akhlak mulia, persaudaraan, kepedulian, dan saling menghormati, perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Amir juga menegaskan komitmen Pemkab Lebak untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang digelar masyarakat.
Dukungan itu diwujudkan melalui sejumlah program di bidang keagamaan dan pendidikan, termasuk perhatian terhadap para penghafal Al-Qur’an serta penguatan Madrasah Diniyah.
“Kita dari pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan, termasuk Maulid Nabi. Kita juga ada beasiswa untuk penghafal Al-Qur’an dan program Madrasah Diniyah dalam rangka dakwah untuk melestarikan agama,” katanya.

Amir berharap peringatan Maulid Nabi dapat terus menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.
Peringatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lebak, Asisten Administrasi Umum, tokoh masyarakat, serta warga setempat. (Dian)




