Kobarnews.id, LEBAK – Rangkasbitung dikenal sebagai salah satu kawasan yang terus berkembang di Kabupaten Lebak. Di tengah menjamurnya restoran dan rumah makan, sebuah warung nasi sederhana di dekat Stasiun Rangkasbitung tetap bertahan dan mempertahankan cita rasanya sejak 1982.
Warung tersebut dikenal dengan nama Warung Nasi Ka Oyo. Pemiliknya, Sudiyo, merupakan pria asal Kebumen, Jawa Tengah. Ia merintis usaha kuliner tersebut pada 1982 dengan berbagai tantangan.
Sudiyo mengatakan perjalanan merintis Warung Nasi Ka Oyo tidak selalu mudah. Berbagai kendala harus dihadapi hingga warung tersebut dapat bertahan dan dikenal pelanggan sampai sekarang.
“Dulu itu merintis Warung Nasi Ka Oyo pada tahun 1982 banyak cobaannya. Seperti yang lainnya, tantangan, rintangan, dan hambatan ada saja. Untuk memperkenalkan Warung Nasi Ka Oyo ini juga butuh proses,” kata Sudiyo saat ditemui wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Salah satu menu andalan yang menjadi ciri khas Warung Nasi Ka Oyo adalah gepuk berbahan daging kerbau. Daging tersebut diolah dengan bumbu dan rempah-rempah hingga menghasilkan tekstur yang empuk serta aroma yang menggugah selera.
Selain gepuk, tersedia sejumlah menu pelengkap seperti bihun goreng, tempe goreng, perkedel, sambal, dan menu lainnya.
Meski tampil sederhana, Warung Nasi Ka Oyo masih memiliki pelanggan setia. Sudiyo menyebut konsistensi rasa menjadi salah satu alasan pelanggan tetap datang.
“Alhamdulillah, pelanggan masih tetap setia karena menu gepuknya. Kualitas tidak berubah dan kami tetap mempertahankan cita rasanya,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas di Warung Nasi Ka Oyo terlihat cukup ramai. Pelanggan silih berganti datang untuk menikmati makanan yang disajikan.
Keberadaan warung tersebut menjadi bagian dari perjalanan kuliner di Rangkasbitung. Apalagi, persaingan usaha kuliner di wilayah tersebut semakin ketat seiring menjamurnya restoran dan rumah makan baru.
Tidak semua pelaku usaha mampu bertahan menghadapi persaingan tersebut. Sejumlah restoran dan rumah makan bahkan harus berhenti beroperasi.
Di tengah kondisi itu, Sudiyo yang akrab disapa Ka Oyo memilih tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa makanan yang telah menjadi identitas warungnya selama puluhan tahun.
“Saya berharap pelanggan puas. Insyaallah cita rasa menu tidak berubah dan kualitas tetap bertahan,” pungkasnya. (Red/Hikmat)




