kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahEkbisNasionalNewsViral

Perusahaan Sepatu di Rangkasbitung Akan Relokasi Produksi, Ratusan Karyawan Terancam Terkena PHK

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
13 Agustus 2026
Bagikan
2 menit baca
Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Salah satu perusahaan industri sepatu di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berencana memindahkan fasilitas produksinya ke luar daerah pada 2026. Rencana relokasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan penghidupan dari perusahaan tersebut.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto, membenarkan adanya informasi mengenai rencana relokasi pabrik dari Lebak ke wilayah lain di Pulau Jawa.

“Informasinya memang ada rencana relokasi ke daerah di Jawa, namun lokasi pastinya belum diketahui. Mereka memiliki lahan sendiri di sana, sedangkan fasilitas di Rangkasbitung selama ini masih menyewa,” ujar Rully saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/8/2026).

Menurut Rully, faktor biaya operasional diduga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk memindahkan kegiatan produksinya. Salah satunya berkaitan dengan kenaikan upah minimum di Kabupaten Lebak.

- Advertisement -
Ad image

“Pertimbangan biaya menjadi salah satu alasan. Di daerah tujuan, upah tenaga kerja disebut masih lebih rendah dibandingkan di Lebak,” katanya.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Di tengah rencana tersebut, pengurangan tenaga kerja disebut telah dilakukan secara bertahap. Sejumlah pekerja bahkan telah dirumahkan sambil menunggu keputusan final perusahaan mengenai keberlanjutan operasional pabrik di Rangkasbitung.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lebak, Sidik Uen, mengatakan perusahaan saat ini masih mempekerjakan sekitar 800-900 karyawan. Namun, pihaknya mendapat informasi mengenai potensi PHK dalam jumlah besar pada September 2026.

“Informasinya memang mengarah ke sana. Saat ini pekerja sudah dirumahkan secara bertahap dan jumlah karyawan yang masih aktif diperkirakan sekitar 900 orang. Karena penutupan masih berupa rencana, kami masih menunggu perkembangan selanjutnya,” ujar Sidik.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Pemerintah Kabupaten Lebak bersama serikat pekerja masih memantau perkembangan rencana relokasi tersebut. Jika pemindahan produksi benar-benar terealisasi, langkah mitigasi ketenagakerjaan diharapkan dapat segera disiapkan untuk menekan dampak sosial dan ekonomi terhadap para pekerja.

- Advertisement -
Ad image

Hingga kini, keputusan final mengenai keberlanjutan operasional pabrik di Rangkasbitung masih menunggu kepastian dari pihak perusahaan. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Pemkab Lebak Perkuat Koordinasi Penyaluran Bantuan Pangan Juli-September 2026
Selanjutnya Dinas PUPR Lebak Gerak Cepat Tata Ulang Alun-alun Rangkasbitung
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com