Kobarnews.id, SERANG – Polres Serang menggelar simulasi pengamanan aksi unjuk rasa anarkis di halaman Mapolres Serang, Selasa (6/10/2026). Dalam simulasi itu, personel Dalmas hingga kendaraan taktis AWC dikerahkan menghadapi massa yang bertindak anarkis.
Simulasi tersebut turut melibatkan personel Direktorat Samapta Polda Banten. Latihan digelar untuk menguji kesiapan personel menghadapi berbagai situasi dan peningkatan eskalasi dalam aksi unjuk rasa.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan simulasi menjadi bekal bagi personel agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi demonstrasi dengan eskalasi tinggi.
“Laksanakan simulasi pengamanan aksi unjuk rasa anarkis ini dengan serius karena kegiatan ini merupakan bekal kesiapan kita dalam menghadapi aksi unjuk rasa anarkis,” kata Andri.
Ada lima tahapan yang diperagakan dalam simulasi tersebut. Mulai dari munculnya informasi rencana aksi, pengamanan massa di lokasi, peningkatan eskalasi, penanganan massa hingga situasi setelah aksi.
Skenario diawali dengan informasi adanya ratusan massa yang hendak mendatangi Kantor Bupati. Informasi itu diterima Kasat Intelkam dan dilaporkan kepada Kabagops.
Kabagops kemudian memerintahkan Kasat Samapta menyiapkan personel Dalmas Awal yang terdiri atas pleton Polwan dan pleton kerangka. Dalmas Lanjut beserta perlengkapannya juga disiapkan.
“Masing-masing personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Jangan sampai ketika situasi meningkat, ada anggota yang tidak mengetahui apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Massa Mulai Anarkis
Dalam skenario, massa kemudian tiba di depan Kantor Bupati dan menyampaikan tuntutan terkait kinerja Bupati selama dua tahun terakhir.
Tim negosiator, petugas tali Dalmas, Dalmas tanpa alat, serta kendaraan Public Address dikerahkan untuk mengimbau massa agar menyampaikan aspirasi secara tertib.
Namun, massa tidak mengindahkan imbauan petugas. Mereka memaksa masuk ke Kantor Bupati hingga terjadi aksi saling dorong.
Situasi semakin memanas setelah massa tambahan bergabung. Sebagian demonstran kemudian bertindak anarkis dengan melempari petugas menggunakan batu dan melakukan pembakaran.
“Dalam menghadapi situasi seperti ini, personel harus tetap mengedepankan tindakan yang terukur dan sesuai prosedur. Setiap tahapan penanganan harus dilakukan berdasarkan tingkat eskalasi yang terjadi di lapangan,” kata Andri.
Karena situasi semakin tidak terkendali, dilakukan lintas ganti dari Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Petugas juga menyampaikan imbauan melalui kendaraan Public Address.
Tim Tindak kemudian mengamankan seorang massa yang dianggap sebagai provokator untuk diserahkan kepada personel Satreskrim.
Selanjutnya, kendaraan taktis AWC dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah massa. Tim Raimas melakukan penguraian massa hingga situasi berangsur kondusif.
Andri mengapresiasi seluruh personel Polres Serang dan Polsek jajaran yang mengikuti simulasi tersebut.
“Saya berharap kemampuan dan kesiapan yang telah dilatihkan dapat diterapkan dengan baik apabila menghadapi situasi sebenarnya,” pungkasnya. (Red/Oyo)





