Kobarnews.id, LEBAK – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lebak menggelar Sekolah Tani, Peternak, dan Nelayan di Kabupaten Lebak, Rabu (5/8). Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi petani, peternak, dan nelayan untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat sektor pangan di daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Fraksi PKS Kabupaten Lebak Ferdi Saefullah, Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Lili Sugianto, jajaran pengurus, serta peserta dari berbagai kecamatan di Lebak.
Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Lili Sugianto mengatakan Sekolah Tani tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi ruang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Sekolah Tani ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Kami ingin petani, peternak, dan nelayan memiliki bekal pengetahuan yang lebih baik agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungannya,” kata Lili.
Menurut Lili, Kabupaten Lebak memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Karena itu, pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan, tidak hanya melalui pemberian bantuan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua Bidang Tani, Peternak, dan Nelayan DPW PKS Banten KH Drs Iip Makmur. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan sektor pangan.
“Pertanian, peternakan, dan perikanan adalah sektor yang akan selalu dibutuhkan. Karena itu, kita harus membangun manusia-manusianya, memperkuat ilmunya, dan memperluas jejaring agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah,” ujar Iip.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari produktivitas lahan, ketersediaan pakan ternak, hingga akses pemasaran hasil pertanian dan perikanan.
Melalui kegiatan ini, PKS berharap petani, peternak, dan nelayan di Kabupaten Lebak semakin siap menghadapi tantangan, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta kebutuhan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Dian)



