Kobarnews.id, TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 1.151 anak mengalami gizi buruk selama periode Januari 2026.
“Gizi buruk itu ada 1.151 pada Januari 2026. Nanti tunggu pembaruan kasusnya lagi ya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, Kamis (6/8/2026).
Hendra mengatakan, penanganan gizi buruk perlu dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak melalui pola makan bergizi seimbang. Orang tua dianjurkan memberikan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral setiap hari.
Selain itu, jadwal makan juga perlu diatur dengan porsi yang sesuai, disertai camilan sehat seperti buah atau jus di sela waktu makan.
“Orang tua dianjurkan memberikan suplemen atau vitamin penambah gizi sesuai aturan dan resep dari dokter,” katanya.
Hendra menjelaskan, penyebab utama gizi buruk adalah kurangnya asupan makanan bergizi sesuai kebutuhan pada setiap kelompok usia anak. Kondisi tersebut dapat terjadi karena keterbatasan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas.
Selain itu, gizi buruk juga dapat dipicu oleh gangguan penyerapan nutrisi akibat penyakit kronis, seperti diare kronis maupun tuberkulosis (TBC).
“Selain itu, gizi buruk juga sering disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi akibat penyakit kronis, misalnya diare kronis atau TBC,” pungkasnya. (Rez)


