Kobarnews.id, SERANG – Pemerintah Provinsi Banten terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III atau Siaga. Erupsi yang terjadi menyebabkan abu vulkanik terbawa angin hingga mengarah ke sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api untuk memantau sebaran abu vulkanik.
“Berdasarkan pantauan kami bersama PVMBG, arah angin saat ini membawa abu vulkanik menuju wilayah Banten dan Jawa Barat. Kami terus memonitor perkembangannya,” kata Andra di Kota Serang kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026) di sela melakukan pemantauan di Cinangka Anyer.
Andra mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Karena ada sebaran abu, kami mohon kepada masyarakat di daerah terdampak untuk memakai masker saat keluar rumah demi menjaga kesehatan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 5 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi masih terus terjadi dan disertai lontaran material vulkanik, pancaran lava atau lava fountain, suara gemuruh, hingga hujan abu.
Terkait kondisi tersebut, Andra meminta masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan Badan Geologi. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Warga yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan dari BPBD dan petugas terkait.
Selain itu, Andra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks.
“Diharapkan masyarakat hanya memercayai dan mencari informasi dari media atau sumber resmi pemerintah,” tegasnya.
Andra memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Red)
“Kita berdoa, semoga semua baik-baik saja,” pungkasnya.




